Read Time:2 Minute, 16 Second

WARTABUGAR – Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang sangat penting. Sebab, Dalam kondisi bencana apa pun manusia butuh air.  Sekalipun bencana itu disebabkan oleh air. Seperti Air bah, banjir, genangan air, tsunami, salinasi air, apalagi kekeringan. Bencana lain pun sama, gempa bumi, gunung meletus, non alam seperti pandemi Covid-19 maupun bencana sosial seperti konflik dan perang, semua butuh air bersih.

“Tenaga medis dan relawan bencana bila kekurangan air bersih ia tidak mampu bekerja menolong korban bencana. Kekurangan air bersih di lokasi bencana dipastikan akan makin memperparah kondisi bencana. Kekurangan atau ketiadaan air bersih di daerah bencana berpotensi menjadi bencana baru,” kata Zaenal Abidin moderator dari Yayasan Sadar Gizi.

Namun demikian, air bersih ini hampir selalu tidak masuk prioritas. Yang selalu mendapat perhatian utama, kata Zaenal, adalah alat kesehatan, obat-obatan, pakaian layak pakai, makanan dan tenda. Memang untuk sekedar minum biasanya ada dalam bentuk kemasan. “Tapi, kan kebutuhan air bersih di lokasi bencana bukan hanya untuk minum. Air bersih dibutuhkan untuk keperluan water, sanitation and hygiene (WASH),” ujar Zaenal dalam webinar soal air, pekan lalu.

Tentu kita tidak menginginkan kekurangan air bersih di daerah bencana, benar-benar menimbukan  ketegangan baru dan bencana baru. Karena itu manajeman air di lokasi bencana pada masa tanggap darurat maupun pada saat usai tanggap darurat, menjadi tantangan bagi kita bangsa Indonesia, apalagi negeri kita dikenal sebagai “gudangnya” bencana, kata Zaenal menutup sambutan pengantarnya.

Air dalam tubuh manusia sangat berfungsi untuk mengisi cairan dalam tubuh dengan meminum air. Selain untuk penghilang rasa haus dan manfaat utama lainnya air untuk tubuh, air juga memiliki manfaat lain yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan. Dalam keadaan apa pun manusia pasti butuh air bersih, lebih lagi dalam situasi bencana.

Sementara itu, selaku Ketua Emergency Medical Team IDI Lucky mengungkapkan bahwa air bersih sangat urgen pada saat penanggulangan bencana dan akses lokasi dapat memperberat penanggulangan. “Air bersih sangat urgen pada saat penanggulangan bencana dan akses lokasi dapat memperberat penanggulangan.”

Sebagai sosok yang sering terlibat dalam kegiatan penanggulangan bencana, Lucky menyarankan bahwa akses yang sulit dilokasi bencana membutuhkan contingency plan atau tindakan alternatif dan itu harus melibatkan banyak sektor.

Pada kesempatan yang sama Sarbini Abdul Murad yang merupakan Ketua Presidium MER-C mengungkapkan bahwa urgensi air bersih pada saat bencana sosial (konflik dan perang) menuntut kita untuk belajar dari pengalaman bencana-bencana besar sebelumnya. Kita seharusnya belajar dari tsunami Aceh, agar tidak kelabakan dan gagap menghadapi setiap terjadi bencana.

“Pengalaman adalah guru terbesar. Menangani kekurangan air bersih pada saat bencana sosial maka kita perlu belajar dari pengalaman dimasa lalu. Mungkin karena kita berada di negara tropis yang selalu ada hujan jadi kita tidak pernah merasa akan kekurangan air kecuali ketika kemarau sudah tiba. Soal kualitas air yang kita minum juga jarang kita persoalkan.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Dukung Pelaku UMKM Berusaha, Qasir Buka Situs Baru
Rakor Pertamina International Shipping Next post Pertamina International Shipping Lakukan Rapat Konsolidasi, Ada Apa?