IlustrasiWARTABUGAR – Hingga 2020 sebelum pandemi, Indonesia berada pada jalur pertumbuhan yang cukup signifikan, dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi pertahun yang mencapai angka 5%. Tetapi pertumbuhan ekonomi tersebut dinilai tidak bisa dipertahankan secara terus-menerus. Ini karena pembangunan Indonesia yang sangat bergantung pada eksploitasi sumber daya alam, penerapan pembangunan tinggi karbon, penggunaan energi dan sistem transportasi yang tidak efisien, telah berdampak pada polusi udara dan air, penyusutan hutan, dan sumber daya alam, hingga perubahan iklim global yang menyebabkan bencana seperti kekeringan dan banjir pada musim tertentu, ditambah dalam jangka panjang terjadinya penyusutan wilayah Indonesia akibat permukaan air laut yang setiap tahunnya terus meningkat.

Untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi, sambil menurunkan emisi karbon, SEED Award 2021 yang diselenggarakan oleh SEED, lembaga yang dinisiasi oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mendorong semangat inovasi dan kewirausahaan yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan ekonomi sirkular, kembali hadir.

Tahun ini SEED Award 2021 mencari para founders dan inovator Indonesia yang menghadirkan solusi pembangunan rendah karbon, pemilihan tema rendah karbon ini juga sejalan dengan inisiatif pemerintah Indonesia Pembangunan Rendah Karbon (PRK) yang digagas oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) pada Oktober 2017 lalu.

Rainer Agster, Director of Operation Adelphi mengatakan dibutuhkan usaha dan inovasi yang kolektif dalam ekosistem, dimana tidak hanya dari pemerintah, namun juga para pelaku bisnis, dimana melalui program SEED Low Carbon Award 2021. “Kami berharap agar dapat membantu mendorong inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara lingkungan, namun dapat juga bermanfaat secara ekonomi, sebagai bagian dari rantai ekonomi sirkuler,” ujar Aqster dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (17/3/2021).

Para pemenang dari SEED Low Carbon Awards 2021 ini akan mendapatkan total dana senilai 163,500 Euro atau sekitar 2,7 miliar rupiah yang terbagi menjadi dana dalam bentuk hibah sebesar 10.000 euro atau sekitar 170 juta rupiah mengikuti program SEED Accelerator bagi para pemenang, dan matching grant sebesar 1,500 euro atau sekitar 25 juta rupiah dan dan mengikuti  program SEED Catalyser bagi para runers up. Program SEED Accelerator dan SEED Catalyser akan membantu para pemenang untuk mengembangkan bisnis mereka dan mempersiapkan bisnis mereka agar semakin menarik dimata investor, serta membantu pengembangan operasional mereka.

SEED Awards 2021 diharapkan dapat membantu mengembangkan dan mendorong ide-ide, inovasi, serta usaha lokal dalam menanggulangi dan mengurangi emisi gas karbon dan menjaga keberlangsungan hidup manusia di masa mendatang, mengingat pemerintah Indonesia menargetkan adanya pengurangan emisi sebesar 41% pada 2030 dengan bantuan internasional.

salah satu proyek Hutama Karya Previous post Hutama Karya Akan Gelar HK Expert Talk 2021. Ikut Yuukk
Aplikasi tiket.com Next post Tiket.com Luncurkan Work From Hotel (WFH), Apa Kekhasannya?