Read Time:1 Minute, 49 Second

WARTABUGAR – Para pemimpin bisnis regional dan global, pembuat kebijakan dan perwakilan pemerintah di seluruh sektor energi berkumpul di Pekan Energi Asia Pasifik untuk membahas tantangan dan peluang regional. Bertema ‘Shaping the Energy of Tomorrow’, acara virtual selama 2 hari yang diadakan dari tanggal 9 hingga 10 Maret 2021 ini menghadirkan lebih dari 2.500 peserta.

Tujuan utama berfokus pada pengembangan ekosistem kolaborasi dan kreasi bersama antara pemangku kepentingan untuk membantu memenuhi tujuan keberlanjutan dunia, mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan industri baru, meningkatkan kesejahteraan manusia, dan mencapai netralitas karbon pada tahun 2050.

Beberapa topik yang dibahas dalam pertemuan itu, antara lain, mencakup 7tren masa depan energi berkelanjutan. Di antaranya, kontribusi energi terbarukan untuk keberlanjutan jangka panjang, memanfaatkan teknologi untuk penggunaan energi yang efisien dan lebih bersih, sumber energi yang muncul dan lebih bersih seperti Green Hydrogen, dan digitalisasi dan teknologi yang digerakkan oleh AI.

Dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (12/3/2021), Christian Bruch, Presiden dan CEO, Siemens Energy mengatakan, sebagai kawasan ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia saat ini, Asia Pasifik menyaksikan peningkatan urbanisasi, peningkatan populasi, dan kebutuhan energi monumental. Dengan Asia Pasifik menyumbang lebih dari setengah konsumsi energi global, dan dengan 10% populasi masih kekurangan akses ke listrik dasar.

“Pertanyaannya adalah bagaimana menjembatani pasokan listrik yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan akses energi, “kata Christian Bruch.

Dengan penurunan harga energi terbarukan dan kemajuan teknologi stabilisasi jaringan, meningkatkan kontribusi sumber daya terbarukan masuk akal secara ekonomi dan juga akan mendorong keberlanjutan jangka panjang untuk wilayah tersebut.

Pemerintah dapat berkontribusi dengan kebijakan dan peraturan yang mendorong perubahan ini, dan industri dapat menerjemahkan strategi bisnis yang muncul menjadi model bisnis praktis, mengembangkan proyek yang andal, dan mendorong inovasi teknologi. Untuk mempercepat transisi energi, semua pemangku kepentingan harus bekerja sama dan bekerja menuju transformasi.

Namun, tantangannya, lebih dari 45% peserta mengeluhkan bahwa biaya merupakan rintangan utama yang diikuti oleh kemauan untuk transisi energi yang hampir mencapai 25%. Lalu, lebih dari 66% mengidentifikasi integrasi terbarukan sebagai elemen dekarbonisasi yang paling berdampak. Sisanya, sebanyak 48% memilih bahwa terobosan dalam penyimpanan energi akan mempercepat transisi energi. Sedangkan, 75% peserta akan bersedia membayar premi untuk energi bebas CO2, dan kebijakan dan regulasi akan menjadi motivator utama.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
salah satu kegiatan DHL Goteach Previous post DHL Sumbang 5.000 Euro Kepada Anak-anak Korban Bencana di Indonesia
Next post Pembiayaan perubahan Iklim Perlu Pertimbangkan Kesetaraan Gender