WARTABUGAR – Pemerintah Cina tengah memperluas industri pengobatan tradisional untuk penanganan COVID-19. Langkah tersebut diperkirakan menghabiskan dana US$430 miliar pada 2020.

Untuk merealisasikannya, Negara Tirai Bambu itu akan memberdayakan 100.000 ahli dalam pengobatan tradisional selama 10 tahun ke depan.

Berdasarkan pernyataan Badan Produk Medis Nasional Cina yang dirilis pada Kamis (04/03/2021), produk herbal dalam bentuk butiran yang digunakan sebagai detoksifikasi paru-paru dan pengurai kelembaban. Asal usulnya berasal dari resep obat Cina Kuno.

Meskipun begitu, pengobatan dan efektivitas obat herbal itu masih menjadi perdebatan. Beberapa pihak menilai, tidak ada bukti ilmiah yang dapat diverifikasi untuk mendukung manfaat yang diharapkan.

Menanggapi adanya pro dan kontra, Presiden Cina Xi Jin Ping malah semakin mendukung obat herbal Cina. Ia menuturkan, pengobatan tradisional adalah harta peradaban Tiongkok.

Menurut laporan Kementerian Sains dan Teknologi China, seperti dikutip dari OBATDIGITAL (7/3/2021), puluhan ribu pasien COVID-19 telah menerima pengobatan herbal bersamaan dengan obat antivirus utama. Hal ini membuktikan pengobatan tradisional China cukup efektif untuk digunakan.

“Dengan menyesuaikan kesehatan seluruh tubuh dan meningkatkan kekebalan, pengobatan tradisional China dapat membantu merangsang kemampuan pasien untuk melawan dan pulih dari penyakit,” ujar Wakil Kepala Administrasi Pengobatan Tradisional Cina, Yu Yanhong.

Ini diklaim merupakan cara terapi yang efektif. Sebab telah melalui uji klinis terhadap 102 pasien dengan gejala ringan di Wuhan.

Dalam studi itu mereka dibagi dua kelompok: kelompok penerima terapi gabungan dan kelompok yang hanya mengonsumsi pengobatan Barat.

Apresiasi terhadap pengobatan tradisional Cina muncul setelah laju kasus COVID-19 mulai menurun setelah pendistribusian obat herbal.

Hingga Januari 2021, sudah 60.000 dosis obat herbal China disalurkan kepada tenaga kesehatan sebagai garda terdepan COVID-19.

Ibu Lebih Baik Menyusui Saat Bayi Divaksinasi Previous post Ibu Menyusui Yang Divaksinasi COVID-19 Bisa Menurunkan Antibodi ke Bayinya
Next post Ini Monitor Game Terbaik di Dunia Versi IDC