WARTABUGAR – Ini peringatan buat keamanan siber Indonesia. Survei Cybersecurity Exposure Index (CEI) 2020 oleh PasswordManagers.co mengungkapkan data negara yang paling rentan terhadap ancaman dunia maya dan juga negara yang paling tidak rentan. Dari 108 negara yang dianalisis, Indonesia menempati urutan ke 59. Ini  menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk perbaikan dalam keamanan sibernya.

Masih banyak serangan siber yang dialami di industri layanan keuangan, dengan bentuk yang umum termasuk pembobolan data, di mana informasi sensitif mulai dari nama nasabah, alamat, hingga rekening bank dan nama ibu kandung bocor. Dimana kemudian data tersebut dijual secara online di dark web atau digunakan untuk melakukan tindakan kriminal lainnya.

Selain itu, dari data Security Incident Response Team dari 2017-2019, F5 Labs menganalisis serangan lain yang perlu diantisipasi oleh layanan keuangan dan menemukan peningkatan yang signifikan dalam jumlah serangan yang berhubungan dengan otentikasi dan distributed denial-of-service (DDoS).

Secara rata-rata, serangan brute force dan credential stuffing yaitu pencurian data kredensial yang kemudian digunakan untuk memperoleh akses ilegal terhadap account menyumbangkan 41% dari semua serangan terhadap organisasi jasa keuangan selama periode tiga tahun penuh.

“Tren ke depan, serangan DDoS adalah ancaman terbesar kedua bagi organisasi layanan keuangan, dimana terhitung 32% dari semua insiden yang dilaporkan antara 2017 dan 2019,” bunyi laporan dalam siaranpersnya yang diterima wartabugar (2/3/2021).

Serangan ini dapat menyebabkan kerusakan dari akun pengguna yang terkompromi hingga gangguan service dari server yang ditargetkan dan tidak diragukan lagi dapat menyebabkan ketidaknyamanan nasabah dan hilangnya kepercayaan mereka kepada perusahaan layanan keuangan.

Singkatnya, data layanan keuangan adalah salah satu jenis data yang paling dicari melalui serangan dunia maya dan pelanggaran data (data breach) dapat menghancurkan baik dari sudut pandang moneter maupun reputasi organisasi. Karena itu, keamanan siber yang kuat untuk layanan keuangan sangat penting karena mereka perlu menyeimbangkan antara keamanan dengan kenyamanan pelanggan.

Kerjasama Grab dengan Mega Life Previous post Lewat Anak Usahanya Grab Gandeng Mega Life Luncurkan Produk Asuransi Baru
Next post Ikut Sukseskan Program Kartu Prakerja, Studilmu Jadi Lembaga Pelatihan Resmi