Rimbawan
Rimbawan (Dok Herbalife)

WARTABUGAR – Herbalife Nutrition, perusahaan nutrisi Amerika Serikat, menunjuk Rimbawan sebagai anggota Nutritiondvisory Board (NAB) atau Dewan Penasihat Nutrisi yang pertama di Indonesia. Ia merupakan seorang pakar dalam biokimia dan nutrisi, yang juga seorang Dosen di Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Sebagai seorang pakar yang sangat dihormati di bidang nutrisi dan diet, bergabungnya Dr. Rimbawan sangat bernilai dalam tim pakar kami di bidang nutrisi, ilmu pengetahuan, dan kesehatan,” kata Kent Bradley, Pejabat Kesehatan dan Nutrisi Tertinggi di Herbalife Nutrition, seperti dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR 926/2/2021).

“Kami sangat mengharapkan kerja sama dengannya agar dapat menginspirasi orang-orang untuk mengambil langkah-langkah dalam perubahan nutrisi dan gaya hidup yang positif, dan membantu mengatasi berbagai persoalan utama yang terkait dengan kesehatan.”

Rimbawan dikenal sebagai penulis buku “Indeks Glikemik Pangan – Cara Mudah Memilih Pangan yang Menyehatkan” untuk umum, yang diterbitkan pada tahun 2004. Beliau juga berkontribusi dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat, dengan beberapa makalah di antaranya “Pengaruh menu berbasis indeks glikemik terhadap ketahanan performa atlet” (Asian Social Science, 2014) dan “Dampak pemberian makanan dengan indeks glikemik yang berbeda terhadap ketahanan performa atlet pelajar dalam lari 5 km”  (Journal of Nutrition and Food, 2013).

Rimbawan juga merupakan penelaah sejawat bersertifikat untuk Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Badan Penasehat Nutrisi Herbalife (NAB) terdiri dari para pakar terkemuka di bidang nutrisi, ilmu pengetahuan, dan kesehatan dari seluruh dunia. NAB membantu memberikan edukasi dan pelatihan kepada para Anggota Independen Perusahaan  agar dapat menjalankan gaya hidup aktif yang sehat dan mendapatkan nutrisi yang baik.

Saat ini, NAB Herbalife Nutrition di Asia Pasifik terdiri dari Zhen-Yu Chen (Hong Kong), Chin-Kun Wang (Taiwan), Dr. Korakod Panich (Thailand), dan Wang Jae Lee (Korea Selatan).

 

Halodoc dapat pendanaan baru Previous post Halodoc Tunjuk CEO Baru Untuk Menghadapi Tantangan Tahun 2021
Microsoft Next post Microsoft Akan Bangun Data Center Pertama di Indonesia, Untuk Apa?