Read Time:1 Minute, 35 Second

WARTABUGAR – Dulu orang mengenal 4 sehat 5 sempurna untuk meningkatkan gizi anak-anak. Namun kemudian, setelah dianggap kurang pas, maka program itu diganti dengan nama gizi seimbang. Namun lagi-lagi ini susah dicerna. “Banyak orang tua menyampaikan pesan ini kepada anak-anak,” ujar Prof Sri Anna Marliyati, dari Fakultas Ekologi manusia IPB.

itu diungkapkan dalam jumpa pers secara virtual yang digelar oleh PT Danone Indonesia, Jumat (26/2/2021). Acara ini digelar dalam rangka peluncuran Festival Isi Piringku untuk anak usia 4-6 tahun.  Festival ini mengajak ribuan guru dan anak Indonesia sebagai upaya untuk terus mengingatkan guru, orang tua, dan anak tentang pentingnya gizi seimbang sejak dini sebagai salah satu langkah penting pencegahan stunting.

Untuk itu, ia memandang perlunya cara lain untuk meningkatkan pemahaman soal pentingnya gizi untuk anak-anak. Salah satunya dengan program edukasi isipiringku.

Sri mengatakan, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi orang tua maupun guru PAUD dalam membiasakan konsumsi  pangan sesuai gizi seimbang pada anak, terlebih di masa pandemi dimana anak cepat merasa bosan di rumah.

“Kami melihat, upaya yang dilakukan Danone Indonesia selama ini senantiasa dapat menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pemerintah, terutama dalam hal kondisi kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat,” kata Sri.

Salah satunya adalah melalui Festival Isi Piringku ini maupun program ‘Isi Piringku’ yang bertujuan untuk mengedukasi orang tua, anak-anak, serta guru PAUD. Menurutnya, buku yang telah dikembangkan bersama oleh IPB dan Danone Indonesia diharapkan dapat menjadi panduan orang tua dan guru PAUD untuk memenuhi kebutuahan gizi seimbang anak di rumah.

Menurut Dhian Dipo, Direktur Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan, program itu sangat baik untuk mencegah stunting.  “Kemenkes menyambut baik inisiatif pihak swasta dalam upaya mencegah stunting di Indonesia, seperti sosialisasi program kampanye edukasi Isi Piringku. Edukasi gizi menjadi sangat penting karena diharapkan dapat memberi pengetahuan dan pemahaman ibu dalam Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA)  yang bergizi seimbang yang divisualisasikan dalam ISI PIRINGKU untuk sekali makan,” kata  Dhian Dipo.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Anak penderita kanker Previous post Good Doctor-YKAKI Gelar Konser Amal. Agnezmo Ikut Tampil. Nonton Yuk
penderita hemofilia Next post Pasien Hemofilia Membutuhkan Penanganan Khusus, Kenapa?