Read Time:1 Minute, 9 Second

WARTABUGAR – Setelah Indonesia, Turki, Laos, Chili, dan Brazil memberikan ijin penggunaan darurat kepada vaksin COVID-19 buatan Sinovac, pemerintah Cina pada gilirannya merestui vaksin terus untuk penggunaan publik.

Ini menandai vaksin kedua yang disetujui untuk penggunaan publik di China, setelah vaksin yang dikembangkan oleh lembaga Beijing yang berafiliasi dengan China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) milik negara disetujui pada bulan Desember.

Kedua vaksin telah digunakan dalam program vaksinasi China yang telah memberikan lebih dari 31 juta dosis, terutama menargetkan kelompok dengan risiko infeksi yang lebih tinggi. Kandidat keempat dari CanSino Biologics sedang digunakan di antara personel militer.

Seperti dilansir Reuters (6/2/2021), persetujuan rejimen dua dosis oleh Administrasi Produk Medis Nasional China didasarkan pada hasil dari dua bulan uji klinis tahap akhir di luar negeri.

Unit Sinovac Life Sciences yang berbasis di Beijing diharapkan dapat menghasilkan lebih dari 1 miliar dosis per tahun dalam bentuk bahan curah pada Februari.

Sinovac juga memperluas kapasitasnya untuk mengisi vaksin ke dalam botol dan jarum suntik, yang saat ini masih tertinggal dari kapasitas produksi vaksinnya.

China berencana untuk memberikan 10 juta dosis vaksin untuk COVAX, sebuah inisiatif berbagi vaksin global yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia yang telah diajukan Sinovac, Sinopharm dan CanSino untuk bergabung, kata kementerian luar negeri.

“Ketika institusi terkait … menggunakan vaksin ini, perlunya inokulasi produk ini harus dievaluasi dengan mempertimbangkan status kesehatan dan risiko pajanan pada kelompok usia ini,” bunyi siaran pers Sinovac.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Pintek ikut ekspo pendidikan finanasial Previous post Pintek-INTI Berkolaborasi Beri bantuan Modal Untuk UKM Lewat SIPLah
Next post Menyambut Pembelajaran Jarak Jauh, ADVAN Luncurkan Tablet Baru