Read Time:1 Minute, 5 Second

WARTABUGAR – Menjelang penggunaan vaksin COVID-19 kepada masyarakat luas dimulai pertengahan bulan ini. Berbagai hasil uji klnis mulai diungkapkan. Di Brazil, hasil uji klinis tahap ketiga menunjukkan efikasi vaksin Sinovac mencapai 78%. Hasil ini menggembirakan karena tidak ditemukan efek samping yang parah relawan pengguna vaksin itu.

Meskipun berbeda jauh dari hasil uji klinis vaksin bikin Pfizer-BioNTech yang sebesar 91% dan Moderna 94%, namun hasil uji klinis ini masih lebih baik daripada vaksin bikin AstraZeneca-Oxford University. Bahkan angkanya masih sedikit di atas persyaratan efektivitas yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

kecuali itu, persyaratan penyimpannya vaksin buatan Sinovac tidak serumit vaksin Pfizer. Vaksin lebih mudah untuk diangkut dan dapat disimpan pada suhu lemari es normal.

Selain Brazil dan Indonesia, Turki, Chile, Singapura, Ukraina, dan Thailand juga telah mencapai kesepakatan pasokan dengan Sinovac asal Cina yang nama vaksinnya adalah Coronavac.

Seperti dilansir Reuters (8/1/2021), Direktur pusat biomedis Brasil Butantan, mitra penelitian dan produksi Sinovac, mengatakan bahwa hasil rinci tersebut telah diserahkan ke regulator kesehatan Anvisa – BPOM Brazil – sebagai bagian dari permintaan penggunaan darurat vaksin.

“Satu hal adalah presentasi di konferensi pers. Mendapatkan data dan menganalisisnya adalah hal lain, itulah yang akan dilakukan Anvisa, “kata Cristina Bonorino, yang duduk di komite ilmiah Masyarakat Imunologi Brasil. “Jika itu yang mereka katakan, itu hasil yang luar biasa,” tambahnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

About Post Author

Previous post Dua Minggu Lagi, India Pun Ikutan Ekspor Vaksin COVID-19 Bikinan Sendiri
Faceshop Next post Erajaya Buka Cabang Baru Faceshop. Apa Uniknya?