23 Januari 2021

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Cina Belum Beri Ijin Masuk Tim WHO Untuk Melacak Asal Virus COVID-19

Untuk melacak asal virus virus Corona penyebab COVID-19, baru dimulai oleh tim penyelidik dari WHO. Ini untuk menjawab permintaan dari sejumlah negara. Namun Cina belum kasih akses tim itu untuk masuk ke Wuhan.

WARTABUGAR – Setelah soal asal-usul wabah COVID-19 mereda, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) malah mulai bergerak. WHO mengirimkan tim beranggota 10 ahlinya ke Cina untuk melacak apakah benar virus Corona – penyebab COVID-19 itu bermula dari negeri Panda.

Misi tersebut akan dipimpin oleh Peter Ben Embarek, ahli penyakit hewan yang melintasi batas spesies, yang pergi ke China dalam misi pendahuluan Juli lalu.

Dua anggota tim internasional telah memulai perjalanan mereka ke negeri Tirai Bambu. Namun satu orang telah kembali dan yang lainnya sedang transit di negara ketiga.

Namun sayangnya, akses tersebut belum diberikan pemerintah Beijing. “Hari ini kami mengetahui bahwa pejabat Cina belum memberikan izin yang diperlukan untuk kedatangan tim di Cina,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers virtual di Jenewa, Swiss.

“Saya telah melakukan kontak dengan pejabat senior China dan saya sekali lagi menegaskan bahwa misi adalah prioritas WHO,” katanya tentang perjalanan yang katanya dikembangkan dengan Beijing.

“Kami percaya dan berharap ini hanya masalah logistik dan birokrasi yang dapat diselesaikan dengan sangat cepat,” imbuh Tedros dalam channelnewasia.com (6/1/2021).

Menanggapi pernyataan tersebut, diplomat senior Cina Wang Yi mengatakan semakin banyak penelitian” menunjukkan bahwa hal itu muncul di berbagai wilayah. Ryan sebelumnya menyebut ini sangat spekulatif.

Kasus asal mula virus tersebut sempat heboh dan mengganggu hubungan diplomatik. Amerika Serikat di bawah presiden Donald trump, dibandu Perdana Menteri Australia, dan Presiden Prancis menuding Cina sebagai penyebab virus mematikan. Trump pun menuding WHO telah berpihak ke Cina.

Namun Cina telah menepis kritik atas penanganan kasus awal yang muncul pada akhir 2019, meskipun beberapa termasuk Presiden AS Donald Trump telah mempertanyakan tindakan Beijing selama wabah tersebut.