WARTABUGAR – Tahun baru ini diperkirakan kasus COVID-19 terus naik. Tetapi pada saat bersamaan, harga obat juga ditaksir bakal ikut melonjak. Salah satu contohnya, pabrik obat asala Amerika Serikat (AS) – Abbvie Inc dan Bristol Myers Squibb -menaikkan daftar harga obat pada lebih dari 500 obat untuk dimulai pada 2021. Itu menurut analisis perusahaan riset perawatan kesehatan 46brooklyn.

Kenaikan itu terjadi ketika perusahaan obat terguncang oleh efek pandemi COVID-19, yang telah mengurangi kunjunganpasien ke dokter dan permintaan beberapa obat. Mereka juga menghadapi aturan pemotongan harga obat baru dari pemerintahan Donald Trump, yang akan mengurangi profitabilitas industri farmasi.

Lebih dari 300 kenaikan harga dari perusahaan juga dilakukan oleh Pfizer dan GlaxoSmithKlin.

Hampir semua kenaikan berada di bawah 10%, dan kenaikan rata-rata adalah 4,8%, turun sedikit dari tahun lalu, kata 46brooklyn di sini. Analisis perusahaan didasarkan pada data dari Database Obat Standar Emas Elsevier.

Seperti dilansir Reuters (5/1/2021), Abbvie menaikkan harga sekitar 40 obat termasuk kenaikan 7,4% untuk pengobatan rheumatoid arthritis bermerk Humira, salah satu obat rematik terlaris di dunia. Pendapatan dari Humira diharapkan mencapai US$ 20 miliar tahun ini.

Kemudian, Bristol Myers menaikkan harga sekitar selusin obat, termasuk obat kanker Revlimid dan Opdivo masing-masing sebesar 4,5% dan 1,5%. Ini menaikkan harga pengencer darah Eliquis sebesar 6%.

Dikatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya hanya menaikkan harga obat dengan penelitian klinis yang sedang berlangsung. Perusahaan mengharapkan harga bersih, termasuk rabat dan diskon lainnya, turun tahun ini.

Kenaikan harga obat telah melambat secara substansial sejak 2015, baik dalam hal besaran kenaikan maupun jumlah obat yang terpengaruh.

Sementara itu, data Medicaid menunjukkan biaya rata-rata per obat bermerek masih meningkat.

“Seiring waktu, kami akhirnya mengeluarkan merek yang lebih murah yang dirancang untuk merawat populasi besar, dan menggantinya dengan merek mahal yang dirancang untuk merawat populasi yang lebih kecil,” tulis Eric Pachman, presiden 46brooklyn.

“Dengan kenaikan harga yang kehilangan pengaruhnya, harga peluncuran akan menjadi pendorong utama inflasi harga jual obat AS.”

Previous post Agar Lebih Banyak Warga Terlindungi dari COVID-19, AS Vaksinasi 1 Dosis Saja
vaksinasi pada remaja Next post Lain Dengan AS, Sasaran Pertama Vaksin COVID-19 Di Indonesia Justru Usia Produktif