28 Januari 2021

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Jangan Kaget, Harga Tempe dan Tahu Naik di Pasaran

Harga impor kedelai naik membuat sejumlah pedagang menaikkan harga tempe dan tahu. mereka meminta pemerintah memberikan subsidi kepada pedagang agar konsumen bisa merasakan tempe dantahu yang stabil harganya.
Penjual gorengan
Penjual gorengan

WARTABUGAR – Barangkali banyak orang kaget karena pada tanggal 1-3 Januari lalu, sulit menemukan makanan gorengan seperti tempe dan tahu. Bahkan untuk membuat gado-gado, sebagian kesulitan mendapatkan kacang.

Mengapa begitu, Ini karena para perajin tempe dan tahu akan menaikkan harga. Diperkirakan tempe akan naik menjadi Rp 15.000 per kilogram (kg) dai sebelumnya Rp 10.000-12.000 per kg.  Ini karena pemerintah belum mengumumkan akan memberikan subsidi.

“Kita sejak sepekan terakhir ini mengeluhkan,” kata Ketua Paguyuban Perajin Tahu Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Mad Soleh di Lebak, seperti dikutip Tempo.co. Ia berharap pemerintah turun tangan, karena impor kedelai yang memnjadi sumber pembuatan tempe dan tahu sedang mahal.

Para perajin tahu berharap Presiden Joko Widodo segera turun tangan dengan memerintahkan Kementerian Perdagangan memberikan bantuan subsidi kedelai. Pemerintah pernah memberikan subsidi kepada perajin tahu tempe ketika harga kedelai impor melonjak.

“Kami minta kedelai bisa kembali bersubsidi sehingga dapat membantu ekonomi masyarakat juga menyerap lapangan pekerjaan,” katanya.

Belakangan Harga kedelai terus bergerak naik di pasaran karena persaingan impor kedelai Amerika dan Cina. Cina malah menjadi importir terbesar kedelai asal Amerika Serikat. Sehingga Indonesia hanya kebagian sedikit impor kedelai. Ini yang dicurigai membuat kedelai jadi langka dan harga melonjak.

Hingga berita ini diturunkan belum ada respon dari pemerintah. (akl)