23 Januari 2021

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Uni Ermirat Bangun Listrik Tenaga Surya di Pulau Terpencil di Kalimantan

Uni Emirat bangun jaringan listrik tenaga surya di pedalaman kalimantan
Uni Emirat bangun jaringan listrik tenaga surya di pedalaman kalimantan

WARTABUGAR – Inisiatif kemanusiaan yang dipimpin oleh Uni Emirat Arab bernama 20by2020, melanjutkan solusi berkelanjutan ke berbagai belahan dunia dengan pelaksanaan penyebaran terkini di Pulau Laut Selatan, Kalimantan Selatan, Indonesia.

Tujuan pelaksanaan penyebaran ini adalah untuk menyediakan 20.700 orang di masyarakat nelayan besar dengan akses energi yang lebih baik melalui lampu tenaga surya tanpa listrik.

Pulau Laut Selatan terletak di Kabupaten Kota Baru (Pulau Kalimantan) di mana seperempat populasinya masih hidup dalam kegelapan dan mayoritas rumah tangganya bekerja sebagai nelayan.

Sebagai bagian dari usaha ini, 3.600 lentera bertenaga surya dan 1.000 lentera dengan alat isi ulang energi bertenaga surya akan diserahkan ke para nelayan yang hidup tanpa listrik agar dapat membantu mereka dan keluarganya dengan lampu rumah dan lampu untuk mencari nafkah, supaya dapat mencari ikan lebih cepat di pagi hari dan lebih lama di malam hari, memungkinkan aktivitas ekonomi yang lebih besar.

Selain itu, lentera tersebut akan meningkatkan kondisi kesehatan dengan digantinya lampu tenaga minyak tanah yang merupakan dasar dari sumber tenaga dalam ruangan yang biasa dipakai kebanyakan rumah tangga di daerah tanpa listrik, bersama dengan lilin dan generator bermesin disel yang merugikan kesehatan manusia, lingkungan dan tingkat produktifitas.

Pelaksanaan penyebaran ini di Indonesia dilakukan oleh sebuah kerjasama unik antara dua pemenang Zayed Sustainability Prize terkemuka.  D.light adalah pemenang penghargaan tahun 2013 dan pionir dalam penyediaan solusi tenaga surya dunia yang terjangkau untuk rumah tangga dan UKM, bermarkas di Amerika Serikat.

Selama ini, D.light ditugaskan untuk menyediakan teknologi bagi 20by2020.  Kopernik adalah suatu organisasi non-profit berbasis di Indonesia dan merupakan pemenang Zayed Sustainability Prize tahun 2016 yang fokus pada energi berkelanjutan dan bertugas mengurangi kemiskinan di masyarakat terpencil.  Kopernik bertanggung-jawab melaksanakan proyek ini di lapangan.

Ahmed Ali Al Sayegh, Menteri Negara Uni Emirat Arab (UAE Minister of State) dan Ketua (Chairman) Abu Dhabi Global Market (ADGM), juga seorang mitra pendiri (founding partner) the 20by2020 initiative mengatakan, Uni Emirat Arab (UAE) dan Indonesia selaras  dengan agenda Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) 2030 dan mempunyai tujuan yang sama dalam membangun kota dan komunitas yang berkelanjutan, serta mendukung sektor-sektor pertumbuhan utama.

Ahmed Ali Al Sayegh menambahkan bahwa selama bertahun-tahun, kedua negara sudah mengadakan beberapa proyek berkelanjutan bersama yang dirancang untuk membangun masyarakat dan ekonomi yang berdaya tahan.

Pelaksanaan penyebaran 20by2020 terkini mengenai solusi tenaga surya yang ramah lingkungan di wilayah Kalimantan Selatan, Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal dan juga menghubungkan populasi tanpa listrik ke sumber tenaga listrik. “Kami senang menjadi bagian dari inisiatif dan jangkauan yang bermakna ini,” tutur Al Sayegh.

 

Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia menyambut dan menghargai dukungan yang dilakukan oleh the 20by2020 initiative dan mitra-mitranya bagi masyarakat Kalimantan Selatan. Kepemimpinan Pemerintah Uni Emirat Arab, melalui the Zayed Sustainability Prize, melengkapi program kementerian kami mempercepat pelaksanaan penyebaran energi tenaga surya sejak tahun 2017.

Kami sangat percaya bahwa bantuan ini akan mendukung Pemerintah Indonesia secara efektif mencapai tujuan dari 23% energi baru dan terbarukan dalam campuran energi dan membantu transisi Indonesia menjadi masa depan energi yang lebih bersih,” ujar Arifin.

Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada Uni Emirat Arab dan berharap kita dapat meneruskan kerjasama yang erat ini dalam ranah energi baru dan terbarukan untuk mencapai visi yang sama dari sebuah masa depan yang berkelanjutan,” kata Arifin.

Didirikan pada bulan Desember 2019, the 20by2020 adalah kelanjutan yang alami dari komitmen Zayed Sustainability Prize yang sedang berjalan untuk bekerja sama dengan para pemenang dan finalis menindak-lanjuti dukungan akan target-target mereka dan memungkinkan solusi mereka mencapai lebih banyak orang di seluruh dunia.

20by2020 dipimpin oleh The Zayed Sustainability Prize bekerja sama dengan Abu Dhabi Global Market, Abu Dhabi Fund for Development, Mubadala Petroleum, Kementerian Toleransi dan Keharmonisan hidup bersama Uni Emirat Arab (the UAE’s Ministry of Tolerance and Coexistence), Masdar, Majid Al Futtaim dan BNP Paribas.

 

Inisiatif ini menunjukkan komitmen mitra-mitranya memungkinkan pengembangan yang berkelanjutan di rumah sendiri di Uni Emirat Arab, di luar negeri dan dilengkapi dengan karya yang menginspirasi didukung oleh beberapa dari mitra ini secara bersamaan.

Di Indonesia, sejak tahun 2015, Mubadala Petroleum sudah menyokong lebih dari 174 beasiswa bagi pelajar kalangan nelayan di Kotabaru Kalimantan Selatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi di Kotabaru Politeknik, di mana dananya juga dipergunakan untuk pelatihan kemampuan dasar lainnya dan pelatihan keselamatan untuk pelajar.

 

Perusahaan internasional terdepan ini juga sudah bekerjasama dengan nelayan lokal di Sulawesi Barat sejak tahun 2014 mendukung pelaksanaan penyebaran alat pengumpul ikan buatan (rumpon) di Selat Makassar dan teknologi lampu memancing ikan, membuka daerah pemancingan baru dan tambahan sumber penghasilan.

Pada tahun 2018, Mubadala Petroleum mendanai sebuah program pelatihan penguatan keterampilan untuk para istri nelayan di area teluk, selain untuk melaksanakan sebuah proyek pengolahan limbah yang diperkenalkan melalui kegiatan bank sampah dan daur ulang sampah.

Proyek ini tidak hanya sudah memperbaiki lingkungan desa tetapi juga memberdayakan perempuan di komunitas untuk mendapatkan tambahan pendapatan dengan membuat produk-produk daur ulang dan barang-barang berbasis laut yang dapat mereka jual di pasar lokal.

 

Dr Bakheet Al Katheeri, CEO Mubadala Petroleum, dan juga seorang mitra pendiri 20by2020 Initiative mengatakan, sebagai mitra dalam the 20by2020 initiative, pihaknya bangga akan karya-karya hingga saat ini untuk membantu daerah yang kurang beruntung di seluruh dunia.

Pelaksanaan penyebaran di Kalimantan Selatan, Indonesia ini akan memanfaatkan tenaga dari teknologi inovatif memungkinkan solusi yang berkelanjutan untuk masyarakat nelayan lokal.

Sejak tahun 2014, Mubadala sudah terlibat dalam memberdayakan masyarakat ini melalui rangkaian proyek yang dibangun dengan baik.  Proyek-proyek tersebut dirancang untuk memperluas tujuan pendidikan, lingkungan dan pembangunan.

“Keterlibatan kami dalam the 20by2020 initiative melengkapi usaha-usaha ini dan kami berharap melihat dampak dunia nyata pada masyarakat lokal seiring dengan kemajuan skema-skema ini,” Al Katheeri.

Delapan penyebaran sudah dilakukan sampai saat ini, termasuk energi, kesehatan, solusi yang berkaitan dengan air dan pangan di Kamboja, Madagaskar, Mesir, Yordania, Nepal, Tanzania dan Uganda.  Lebih dari itu, 20by2020 akan menyelesaikan tahap pertama proyek berkelanjutan di Kosta Rika dan solusi-solusi tambahan akan disebar di 10 negara lainnya sebagai bagian dari tahap kedua. (AKL)