WARTABUGAR – Penyakit COVID-19 boleh dibilang sebagai penyakit yang misterius dan mematikan. Betapa tidak, penyakit ini dapat menulari orang lain tanpa orang tersebut sadar tertular. Untuk mengetahui seseorang sudah terinfeksi COVID-19 susah dilakukan.

Cara yang dilakukan sejauh ini dengan menggunakan tes cepat, tes usap dan pemeriksaan darah di laboratorium. Sedangkan untuk mencegah penularan bisa dilakukan dengan 3M: mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker.

Namun kini ada teknik yang relatif mudah dengan mengandalkan anjing pelacak. Menurut studi yang dilansir Scitech Daily (12/12/2020), anjing pelacak yang terlatih dapat mengendus dan membedakan antara sampel keringat orang yang menderita COVID-19 bergejala dan orang yang negatif COVID-19. Dengan cara itu, orang bisa menjauhi orang yang dicurigai kena COVID-19.

Studi itu dilakukan di dua lokasi: Paris (Prancis) dan Beirut (Lebanon). Periset melakukan pengujian, dengan masing-masing mengikuti pelatihan dan protokol pengujian yang sama.

Sebanyak enam anjing pelacak dilibatkan dalam pengujian: tiga anjing pendeteksi ledakan, dua anjing pendeteksi kanker usus besar, dan satu anjing pencari dan penyelamat.

Sebanyak 177 orang relawan direkrut untuk penelitian dari lima rumah sakit yang berbeda. Hasilnya, 95 orang menunjukkan gejala COVID-19 positif dan 82 tidak menunjukkan gejala dan negatif COVID-19. Sampel keringat dikumpulkan dari satu ketiak masing-masing individu.Sesi pelatihan anjing berlangsung antara satu dan tiga minggu. Setelah dilatih, anjing harus menandai sampel positif COVID-19 yang ditempatkan secara acak di belakang salah satu dari tiga atau empat kerucut penciuman (kerucut lainnya mengandung setidaknya satu sampel negatif COVID-19 dan antara nol dan dua tiruan).

Selama sesi pengujian, sampel positif COVID-19 dapat digunakan maksimal tiga kali untuk satu anjing. Baik anjing dan pawangnya tidak mengetahui lokasi sampel positif COVID.

Tingkat keberhasilan per anjing (yaitu, jumlah indikasi yang benar dibagi dengan jumlah percobaan) berkisar antara 76% hingga 100%. Batas bawah interval kepercayaan 95% dari perkiraan tingkat keberhasilan sebagian besar waktu lebih tinggi daripada tingkat keberhasilan yang diperoleh secara kebetulan setelah menghilangkan jumlah tiruan dari perhitungan.

Hasil ini memberikan beberapa bukti bahwa anjing pendeteksi mungkin dapat membedakan antara sampel keringat dari individu COVID-19 yang bergejala dan sampel dari individu negatif COVID-19 tanpa gejala.

Namun, karena keterbatasan studi bukti konsep ini (termasuk menggunakan beberapa sampel COVID-19 lebih dari sekali dan potensi bias perancu), hasil ini harus dikonfirmasi dalam studi validas ilagi.

Lion Parcel Previous post Lion Parcel Luncurkan Layanan ONEPACK
Jual beli mobil bekas Carro Next post Setelah Vaksinasi, Penjualan Mobil Bekas Bakal Meningkat