Read Time:2 Minute, 38 Second

WARTABUGAR – Menyambut Hari Aids Sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 1 Desember, Organisasi PBB yang menangani AIDS, membuat laporan terbaru. Laporan itu bertajuk: “Prevailing against pandemics by putting people at the centre”.

Di situ UNAIDS menyerukan kepada negara-negara untuk melakukan investasi yang jauh lebih besar untuk menanggapi pandemi secara global dan untuk mengadopsi serangkaian target HIV yang ambisius, tetapi dapat dicapai.

Jika target tersebut terpenuhi, dunia akan kembali ke jalur yang tepat untuk mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030. Sebelum pandemi COVID-19 melanda pun respons AIDS global sudah berisiko tidak mencapai target, dan dengan cepatnya penyebaran COVID-19 dunia semakin mengalami kemunduran.

Menurut pernyataan pers yang diterima OBAT DiGITAL (1/12/2020), modeling dampak jangka panjang pandemi pada respons HIV menunjukkan bahwa diperkirakan ada 123.000 hingga 293.000 tambahan infeksi HIV baru dan 69.000 hingga 148.000 kematian terkait AIDS di dunia pada tahun 2020 dan 2022.

“Kegagalan kolektif untuk berinvestasi secara memadai untuk respons HIV yang komprehensif, berbasis hak, dan berpusat pada orang menyebabkan akibat yang sangat besar, ”kata Winnie Byanyima, Direktur Eksekutif UNAIDS.

“Menerapkan program yang paling sesuai secara politis tidak akan membalikkan keadaan COVID19 atau mengakhiri AIDS. Untuk mengembalikan respons global balik ke jalurnya, dibutuhkan upaya mengutamakan masyarakat dan mengatasi ketidaksetaraan yang memburuk di saat adanya epidemi.”

Beberapa negara di Asia Pasifik, seperti Kambodia dan Thailand, sudah hampir berhasil mencapai atau bahkan melampaui target yang ditetapkan untuk tahun 2020. Namun begitu masih banyak lagi negara yang tertinggal jauh.

Saat ini, jumlah estimasi Orang yang Hidup dengan HIV (ODHA) di Indonesia adalah 545,000 orang, di mana 60% mengetahui statusnya dan 23% dari estimasi (127,613) melakukan pengobatan antiretroviral (ARV), dan hanya 2% (10,216) memiliki jumlah virus yang tersupresi sehingga tidak bisa menularkan ke orang lain.

Sepuluh tahun menuju tujuan mengakhiri epidemi AIDS, Indonesia masih belum mencapai target global untuk tahun 2020.

“Perkuat Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas” menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor, komunitas, masyarakat sipil, masyarakat umum dan mitra pembangunan untuk mendorong Indonesia mencapai tujuan mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030.

Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, UNAIDS telah bekerja dengan mitra-mitra untuk menggunakan pelajaran-pelajaran tersebut menjadi serangkaian target untuk tahun 2025 yang mengambil pendekatan yang berpusat pada masyarakat.

Target 2025 berfokus pada peningkatan cakupan layanan HIV dan kesehatan reproduksi dan seksual, serta penghapusan undang-undang dan kebijakan yang punitif dan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi.

Target 2025 ini menempatkan masyarakat di pusat, terutama populasi yang paling berisiko dan marjinal — perempuan dan perempuan muda, remaja, pekerja seks, transgender, pengguna napza dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki.

Target pemberian layanan HIV yang baru bertujuan untuk mencapai cakupan 95% untuk setiap sub-populasi orang yang hidup dan yang berisiko HIV. Dengan mengambil pendekatan yang berpusat pada masyarakat dan dengan fokus pada hotspots, negara akan mampu mengendalikan epidemi HIVnya.

Target 2025 juga membutuhkan adanya lingkungan yang kondusif agar respons HIV dapat dilakukan secara efektif dan memasukkan target anti diskriminasi yang ambisius sehingga kurang dari 10% negara memiliki undang-undang dan kebijakan punitif, kurang dari 10% orang yang hidup dan terdampak HIV mengalami stigma dan diskriminasi dan kurang dari 10% mengalami ketidaksetaraan gender dan kekerasan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Layanan Baru DHL Global Forwarding Previous post WHO Tunjuk DHL Angkut Logistik Obat dan Alat Medis Ke Pulau Terpencil di Pasifik
ilustrasi UMKM Next post Bantu UMKM, OY! Bisnis Diluncurkan, Apa Kelebihannya?