23 November 2020

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Wah, Meski Pandemi COVID-19, Anak Usaha BUMN Pertamina Ini Tetap Cetak Laba Besar

Di tengah kondisi pandemi global yang disertai badai resesi, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatatkan kinerja positif pada triwulan III-2020.
Indra Baruna
Indra Baruna

WARTABUGAR – Di tengah kondisi pandemi global yang disertai badai resesi, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mencatatkan kinerja positif pada triwulan III-2020.

Pada triwulan III-2020 ini, Emiten Anak Perusahaan BUMN PT Pertamina (Persero) yang memiliki kode saham TUGU ini meraih laba tahun berjalan konsolidasian sebesar Rp 235,08 milyar, meningkat dibandingkan dengan triwulan II-2020 yang sebesar Rp. 98,42 miliar.

Hingga periode triwulan III-2020, seperti rilisnya yang diterima WARTABUGAR (17/11/2020), Tugu Insurance mencatakan pencapaian premi secara konsolidasi sebesar Rp 4,57 Triliun, lebih rendah 7,35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 4,94 Triliun.

Menurut Presiden Direktur Tugu Insurance, Indra Baruna, penurunan ini diantaranya diakibatkan oleh penurunan ekonomi global akibat pandemi Covid-19, penurunan harga minyak, serta pelemahan pasar modal. Sebagai catatan tambahan Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia triwulan II-2020 dan III-2020 mengalami kontraksi sebesar minus 5,32% dan minus 3,49 persen serta data statistik asuransi dari Otoritas Jasa Keuangan yang juga mencatat premi asuransi umum turun sebesar 7,53% pada kuartal III-2020.

“Namun kerja keras kami di masa sulit ini masih dapat mencatatkan pertumbuhan produksi premi di beberapa lini produk asuransi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya,” ujar Indra.

Secara kinerja induk (own operation) perolehan premi marine hull naik 29% dari Rp 142,43 miliar menjadi Rp 183,55 miliar, diikuti dengan premi offshore naik 18% dari Rp 440,29 miliar menjadi Rp 519,69 miliar, adapun untuk premi bond naik 32% dari Rp 17,27 miliar menjadi Rp 22,76 miliar, dan di sektor health insurance naik 32% dari Rp 14,80 miliar menjadi Rp 19,54 miliar.

“Bahkan pada kondisi industri penjualan otomotif yang masih cukup memprihatinkan kami bersyukur bahwa premi asuransi kendaraan bermotor kami tetap mempertahankan sales dari Rp 143,04 miliar menjadi Rp 144,11 miliar” lanjut Indra.

Sampai dengan 30 September 2020, kinerja hasil underwriting konsolidasi Tugu Insurance sudah mencapai Rp 388,41 milyar, diikuti dengan pencatatan total asset Rp 20,19 triliun, ekuitas sebesar Rp 8,38 triliun, dan tingkat Risk Based Capital (RBC) Perseroan adalah sebesar 368%, jauh di atas ketentuan batas minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.