23 November 2020

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Buku Geologi Indonesia Diluncurkan, Dua Menteri Sambut Baik

Buku geologi yang berjudul "An Introduction Into The Geology of Indonesia" baru saja diluncurkan di Jakarta. Buku ciptaan ilmuwan geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr RP Koesoemadinata ini berisi mengenai informasi penting mengenai peta geologi Indonesia. Buku ini tentu menjadi informasi penting yang ditunggu oleh pemerintah dan para investor.
Basuki Hadimuljono Menteri PUPR
Basuki Hadimuljono Menteri PUPR

WARTABUGAR – Buku geologi yang berjudul “An Introduction Into The Geology of Indonesia” baru saja diluncurkan di Jakarta, Senin (16/11/2020). Buku ciptaan ilmuwan geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Dr RP Koesoemadinata ini berisi mengenai informasi penting mengenai peta geologi Indonesia. Buku ini tentu menjadi informasi penting yang ditunggu oleh pemerintah dan para investor.

Pemerintah bisa mendasarkan dari buku ini sebagai pedoman mengenai eksplorasi migas. Begitu pula investor bisa mempelajari geologi di Indonesia untuk mencari potensi cadangan migas.

Dalam sambutannya secara virtual Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral menilai karya Koesoema dan timnya sangat berarti. “Buku ini memberikan informasi mengenai sumber energi yang menjadi potensi bagi eksplorasi migas,” ujar Arifin.

Menurutnya, cadangan minyak bumi dan gas terus berkurang. Sejauh ini minyak produksinya sebanyak 1 juta barel per hari. Sedangkan jumlah potensi cadangan yang tersedia sebanyak 68 lokasi yang berada di cekungan di Indonesia. Yaitu berupa 3,7 milyar minyak dan 7,3 trilyun gas.

Sementara itu, sampai sekarang belum ditemukan cadangan migas yang besar kecuali yang terletak di Cepu. “Karena itu perlu langkah yang lebih banyak untuk menemukan potensi cadangan yang bisa diekplorasi dan dieksploitasi. “Eksplorasi perlu ditingkatkan karena biaya eksplorasi di Indonesia masih 1 persen dari total biaya eksplorasi di seluruh dunia,” sambung Arifin.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, juga menghargai upaya Koesoemadinata selama 20 tahun untuk menghasilkan buku yang sangat penting. Bagi Basuki buku ini bisa memberikan informasi kepada pemerintah mengenai sesar aktif yang akan membantu pemerintah dalam membangun berbagai proyek pekerjaan umum, seperti bendungan dan jalan tol.

Ia pun mengambil contoh pembangunan bendungan Kedungombo di Jawa Tengah. “Pembangunannya sempat tertunda setelah ada penilaian sesar apakah akatif atau tidak. Setelah diteliti ternyata sesarnya tidak aktif,” kata Basuki. Kemudian pembangunan jalan tol Bakauheni-Dumai juga melewati proses penelitian sesar. Maklum Sumatra dan Jawa berada pada kisaran sesar yang berpotensinya terjadinya gempa.

“Buku ini menjadi pegangan buat kami untuk membangun jalan, seperti jalan tol Bawen-Yogyakarta, yang akan menggunakan jalur terowongan supaya tidak merusak lingkungan,” kata Basuki. (aries kelana)