WARTABUGAR –  Warganegara Indonesia yang akan melancong ke Jepang, disarankan untuk mempersiapkan diri. Pasalnya pemerintah Jepang akan mulai membuka sejumlah bandaranya bagi wisatawan yang akan pergi ke Negeri Matahari Terbit atau sebaliknya. Salah satunya, Bandara Internasional Narita yang terletak di ibukota Jepang, Tokoyo. Bandara terbesar di Jepang iu membuka fasilitas pengujian virus Corona baru saja pada hari Senin (2/11/2020). Di bandara tersebut nantinya disediakan laboratorium polymerase chain reaction (PCR) yang akan memeriksa darah pelancong untuk mengecek ada tidaknya virus penyebab COVID-19 di tubuhnya. Peralatan itu disediakan untuk para pelancong keluar negeri yang membutuhkan bukti bahwa mereka bebas virus ketika tiba di tempat tujuan. Laboratorium pengujian, yang dijalankan oleh Nippon Medical School Foundation, adalah yang pertama di bandara di Jepang dan dapat memberikan hasil dalam enam jam, meskipun diharapkan bisa turun menjadi dua pada akhir bulan. Tes ini, seperti dikutip Reuters (2/11/2020), tidak ditanggung oleh asuransi dan biayanya bisa mencapai 46.500 yen (sekitar US$ 444). Jepang pada hari Jumat melonggarkan pembatasan perjalanan untuk sembilan negara dan wilayah Asia. Narita adalah salah satu dari dua hub internasional yang melayani wilayah Tokyo Raya. Pembatasan perjalanan Jepang untuk memerangi pandemi telah ketat, dengan larangan masuk yang efektif oleh wisatawan dan pemegang visa dari lebih dari 150 negara sebelum pelonggaran bertahap peraturan dimulai pada bulan September lalu. Wisatawan yang tiba di Jepang diharuskan menjalani tes virus korona, dengan tiga bandara internasional memiliki kapasitas sekitar 10.000 sehari. Dengan sekitar 100.000 kasus dan 1.773 kematian, Jepang telah mengatasi pandemi lebih baik daripada banyak negara ekonomi besar.
seminar lingkungan uni Eropa Previous post Urban Farming Bisa Menjadi Solusi Pertanian yang Berkelanjutan
Next post Produsen Malaysia Ini Keluarkan Produk Anti Bocor Baru. Apa Kelebihan nya?