Read Time:1 Minute, 9 Second

WARTABUGAR– Ujicoba vaksin COVIS-19 “memakan” korban. Otoritas kesehatan Brasil Anvisa mengatakan, seorang relawan dalam uji klinis vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca-Universitas Oxford – keduanya berlokasi di Inggris – telah meninggal.

Reuters yang mengutip CNN Brazil menyebutkan bahwa relawan tersebut adalah seorang pria berusia 28 tahun yang tinggal di Rio de Janeiro, ibukota Brazil, dan meninggal karena komplikasi COVID-19.

Anvisa tidak memberikan rincian lebih lanjut, dengan alasan kerahasiaan medis dari mereka yang terlibat dalam uji coba.

Namun seorang sumber yang dikutip Reuters (22/10/2020) mengatakan bahwa orang tersebut adalah bagian dari kelompok kontrol yang diberi suntikan meningitis.

Pasca pemberitaan tersebut, saham AstraZeneca yang diperdagangkan di bursa London Exchange turun 1,8%.

Meski AstraZeneca menolak berkomentar, namun pihak Oxford menegaskan bahwa uji coba tetap akan dilanjutkan. “ Tidak ada kekhawatiran tentang keamanan uji klinis,” bunyi pernyataan dari Oxford.

Universitas Federal Sao Paulo, yang membantu mengoordinasikan uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 itu di Brasil, mengatakan komite peninjau independen juga merekomendasikan uji coba dilanjutkan.

“Semuanya berjalan seperti yang diharapkan, tanpa catatan komplikasi serius terkait vaksin yang melibatkan sukarelawan yang berpartisipasi,” kata universitas Brasil itu dalam sebuah pernyataan.

Menurut pihak universitas Federal Sao Paulo,s ejauh ini, 8.000 dari 10.000 sukarelawan yang direncanakan dalam uji coba telah direkrut dan diberikan dosis pertama di enam kota di Brasil, dan banyak yang telah menerima suntikan kedua.

Saham AstraZeneca turun 1,8%.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Perawat di rumah sakit Previous post Tarif Kamar Inap Beberapa Rumah Sakit
Generali ajak anak-anak makan makanan sehat Next post Terus Berinovasi di Tengah Pandemi, Generali Luncurkan GenSMART dan iPropose