16 July 2024

Ini Beberapa Cara Yang Dilakukan Bank DBS Untuk Menyelamatkan Bumi

Read Time:2 Minute, 2 Second

WARTABUGAR – Perubahan ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan telah banyak diterapkan oleh individu untuk membantu menyelamatkan bumi. Sedangkan perusahaan hanya segelintir yang mau melakukannya.

Salah satunya, Bank DBS Indonesia, Bank berbasis di Singapura ini menggelar acara bersama Inspigo yang bertajuk “Shift Happens – Simple Step to Shift into Sustainable Lifestyle”.

Tiga pilar yang dipegang oleh Bank DBS dalam menerapkan sustainability adalah responsible banking, responsible business practices, dan creating social impacts. Dalam menjalankan responsible banking, Bank DBS bersedia membantu individu atau suatu bisnis yang hendak menerapkan prinsip ESG dalam bisnis mereka.

“Bank DBS memiliki program yang disebut special interest, di mana Bank DBS akan memberikan loan atau pinjaman kepada suatu bisnis yang ingin beralih ke usaha yang lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi jejak karbon dalam bisnisnya,” ujar Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing and Communications, PT Bank DBS Indonesia. 

Tidak hanya bisnis yang ramah lingkungan, namun bisnis yang mampu memberikan dampak sosial terhadap masyarakat, atau yang biasa kami sebut wirausaha sosial, Bank DBS akan bantu. 

Usaha Bank DBS Indonesia yang lain dalam menjalankan agenda sustainability adalah menjalankan praktik bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, yaitu dengan mengelola sampah di kantor Bank DBS. Kegiatan ini dilakukan oleh Bank DBS Indonesia dengan bekerja sama dengan wirausaha sosial agar sampah-sampah dari kantor Bank DBS Indonesia dapat terdaur ulang dengan baik.

“Semakin banyak wirausaha sosial yang muncul, semakin banyak pula masalah sosial yang bisa ditangani,” jelas Mona. Ia melanjutkan, “Kita juga membantu para pengusaha ini; startup, dan perusahaan lain, untuk mengembangkan ekonomi di Indonesia sekaligus mengatasi masalah sosial.”

Dalam kesempatan yang sama, hadir pula penyanyi kenamaan Andien Aisyah, figur yang aktif menyuarakan gerakan sustainability atau ramah lingkungan, sebagai pembicara.

Andien, yang sekarang menjalankan gaya hidup sebagai seorang vegan, menganggap mengubah gaya hidupnya yang lama menjadi lebih ramah lingkungan tidaklah mudah.

“Setiap orang harus memiliki collective consciousness atau kesadaran kolektif, yaitu di mana satu orang sadar apa yang ia lakukan sangat berdampak baik dan besar bagi lingkungan. Hal ini tentu bisa membawa perubahan besar jika dilakukan secara bersama-sama,” ujar Andien. 

Selain menjadi vegan, Andien juga mendukung sustainable fashion yang membawanya mendirikan Yayasan Setali bersama teman-temannya dengan misi untuk mengurangi konsumsi fast fashion.

Yayasan Setali sendiri mengumpulkan pakaian-pakaian yang sudah tidak terpakai untuk dijual kembali yang kemudian hasilnya didonasikan. Dalam kesempatan yang sama, Andien juga menyampaikan bahwa Yayasan Setali telah bekerja sama dengan Bank Sampah Bersinar dalam mengelola baju-baju reject atau yang tidak lolos kurasi. (sgh)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Sinar Mas Land Luncurkan Ruko Anyar di BSD City
Next post Perusahaan AI Asal Barca Ini Ciptakan Alat Deteksi Kanke Kulit