Sony Keraf (Foto : Istimewa)

WARTABUGAR – Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan mitra gotong royong lainnya telah selesai menyelenggarakan seri webinar MAJU: Ekonomi Lestari Jalan Terus, yang terdiri dari 4 sesi dengan 4 topik bahasan yang berbeda.

Kegiatan webinar ini diharapkan dapat memancing diskursus seputar narasi pembangunan ekonomi lestari serta merangkum praktik baik dan inovasi tepat guna yang dapat menjadi rujukan bagi berbagai pemangku kepentingan.

Webinar ini merupakan awal implementasi berbagai program gotong royong APKASI, LTKL dan para mitra yang ditujukan untuk meningkatkan ketangguhan daerah dari pandemi melalui lingkungan yang terjaga dan masyarakat yang sejahtera.

Beberapa pengisi acara yang hadir di antaranya; Sarman Simanjorang, Direktur Eksekutif APKASI; Nelson Pomalinggo, Bupati Gorontalo & Ketua Program Lingkungan APKASI; Leonard Theosabrata, Direktur Utama SMESCO; Indah Budiani, Direktur Eksekutif IBCSD; Indra Darmawan, Direktur Fasilitas Promosi Daerah BKPM; Sonny Keraf, Pakar Etika Lingkungan Hidup; Nursida Yaru, Senior Business Operations Tokopedia; Fitrian Ardiansyah, Ketua Dewan Eksekutif IDH; Mochammad Firman Hidayat, Plt Kasubdit Perencanaan Ekonomi Makro BAPPENAS; dan Andy Nur Muhammad, Manajer Riset Kempra Aceh Tamiang.

Dalam kesempatan ini, Sonny Keraf sempat mengatakan bahwa pandemi dan krisis saat ini menjadi bukti bahwa saat ekosistem rusak dan lingkungan hidup dikesampingkan atas nama pembangunan, maka justru muncul ketimpangan ekonomi dan turunnya kualitas hidup.

“Oleh karena itu, prioritas pembangunan harus segera ditata ulang dengan menempatkan prinsip kelestarian sebagai corong peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sony, pemerintah pusat sejatinya sudah bergerak pada alur pembangunan rendah karbon dengan karakteristik lintas sektor yang cukup lugas. Salah satu contoh dapat dilihat melalui keterkaitan upaya pelestarian lingkungan dengan pencapaian target nasional di bidang kesehatan, seperti penurunan stunting sampai dengan 14% di tahun 2024.

Pemerintah daerah pun tidak kalah pentingnya dalam implementasi. Dalam paparannya, Mochammad Firman Hidayat menegaskan, pemerintah mengapresiasi dan mendukung penuh optimalisasi pemberdayaan dan pembangunan daerah serta SDM dengan tetap mengacu pada prinsip lestari.

Hal ini dikarenakan suksesnya pembangunan di daerah akan secara langsung berpengaruh terhadap laju pembangunan di tingkat nasional,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima WARTABUGAR (4/9/2020).

Dalam kesempatan ini pula, Fitrian Adriansyah menyebutkan, sebagai salah satu cara untuk tetap berdaya di tengah krisis, selain terjalinnya sinergi antar tingkatan pemerintahan, pemberdayaan potensi UMKM lokal pun menjadi sangat krusial.

“Hal ini dikarenakan tercapainya pembangunan ekonomi lestari hanya mungkin bila UMKM lestari bisa berdaya di negaranya sendiri baik dari segi permintaan, penawaran, dan teknologi,” tuturnya.

Situasi ini pun diamini oleh Andy Nur Muhammad selaku pegiat UMKM madu leuser. “Omset penjualan madu leuser cenderung lesu dibandingkan periode sebelum pandemi, meski sesungguhnya permintaan pasar meningkat karena kandungan madu yang dipercaya membantu imunitas tubuh. Jika UMKM dibantu dengan integrasi teknologi yang memadai, maka konektivitas antara penawaran dengan permintaan akan semakin baik,” pungkasnya. (sah)

Previous post Di Harpelnas, Bukalapak Beri Flash Diskon Buat Pelapak
Penghargaan Youn Social enterpreneurship Next post Ini Wirausaha Muda Yang Berlomba Mendapatkan Dana S$20.000