Read Time:2 Minute, 50 Second
Pembangunan infrastruktur tingkatkan daya saing global
Pembangunan infrastruktur tingkatkan daya saing global (Foto:delta-systech.co.id)

WARTABUGAR – Pandemi global COVID-19 telah berdampak negatif jauh lebih parah dari prediksi awal terhadap kondisi perekonomian di seluruh dunia.

Hal ini tercermin pada laporan World Economic Outlook yang dikeluarkan oleh IMF pada bulan Juni lalu yang memperkirakan pertumbuhan global akan mengalami minus 4,9% pada tahun 2020. Negara-negara maju diprediksi akan mengalami pertumbuhan ekonomi minus 8% hingga akhir tahun ini.

Data Grant Thornton mengungkapkan optimisme ekonomi global menurun 16 poin pada semester 1 2020. Indonesia sendiri mengalami penurunan optimisme sebesar 22 poin.

Meskipun demikian Indonesia masih memiliki prospek optimisme tinggi dan menduduki peringkat keenam secara global walau hanya 50% dari pasar bisnis menengah di Indonesia yang berekspektasi mengalami peningkatan pendapatan dan profitabilitas dalam 12 bulan ke depan.

Dalam rilisnya yang diterima Warta Bugar (29/8/2020), Marvin E. Camangeg, Advisory Director Grant Thornton Indonesia mengungkapkan, jika melihat proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang menghadapi kesulitan dalam memulihkan kembali perekonomian, perlu strategi yang tepat dalam menghadapinya.

“Saat ini memang tingkat optimisme Indonesia lebih tinggi dibandingkan angka global dan Asia Pasifik dengan rata-rata sebesar 32-34%,” kata Marvin.

“Harapannya dengan banyaknya perusahaan yang terus membangun kapabilitasnya dan tergerak untuk go public menjadi salah satu penggerak pemulihan ekonomi di Indonesia.”

Hal tersebut disampaikan Marvin pada webinar dengan tema “Opsi Pendanaan Perusahaan untuk Melewati Masa Pandemi” pada 14 Agustus 2020 lalu bersama Bursa Efek Indonesia.

Kemudian, paada webinar tersebut, Hanny Prasetyo, Partner & Head of Assurance Grant Thornton Indonesia juga memberi gambaran terhadap 5 (lima) hal yang perlu dipikirkan dan dipersiapkan oleh perusahaan sebelum menerbitkan obligasi maupun go public.

Yaitu: laporan keuangan, transaksi yang kompleks, ketepatan waktu, strategi, rencana bisnis dan proyeksi, serta uji tuntas dan valuasi.

Grant Thornton Indonesia sebelumnya juga sudah mengeluarkanBusiness Resilience Wheel yang menyebutkan pentingnya komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) sebagai salah satu strategi bertahan suatu perusahaan dengan memiliki opsi pendanaan atau investasi.

Hal ini juga termasuk pertanyaan terhadap penilaian diri untuk memungkinkan perusahaan membangun kemampuan di sekitar perkiraan dan pemantauan kas.

Saham dan obligasi masih menjadi bentuk investasi favorit yang dilirik investor. BEI mencatat total perusahaan di Indonesia sebanyak 699 yang memiliki saham dan 121 yang memiliki obligasi. (sah)

Hanny Prasetyo juga menyebutkan setidaknya terdapat 3 keuntungan utama dalam menerbitkan obligasi dari sisi investor, yaitu mendapatkan pendapatan bunga secara rutin, mendapat keuntungan atas penjualan obligasi (capital gain), dan juga memiliki risiko yang lebih rendah jika dibandingkan dengan saham.

Disinilah peran BEI sebagai sarana mempertemukan antara pihak yang membutuhkan dana dengan pihak yang membutuhkan sarana investasi pada produk keuangan (Saham, Obligasi, DIRE dan lain-lain). Salah satu opsi pendanaan dapat dilakukan melalui pasar modal dengan melibatkan investor publik (go public).

I Gede Nyoman Yetna selaku Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia mengutarakan, “Pada webinar bersama Grant Thornton Indonesia ini juga dapat kami informasikan bahwa sampai dengan 12 Agustus 2020 terdapat 35 perusahaan tercatat baru saham. Minat perusahaan dan institusi di Indonesia untuk semester kedua tahun 2020 masih tinggi. Hal ini tercermin dari jumlah pipeline yaitu sebanyak 14 perusahaan di pipeline dibanding tahun lalu pada periode sama sebanyak 12 perusahaan. Hal ini juga merupakan suatu bentuk kepercayaan dari para Pemilik dan manajemen perusahaan yang menjadikan Bursa sebagai rumah pertumbuhan (house of growth) bagi perkembangan bisnis perusahaan mereka. Go Public tidak hanya menjadi sumber pendanaan yang menjanjikan untuk mengembangkan Perusahaan, tapi juga mengangkat citra Perusahaan menjadi lebih profesional, transparan, dan akuntabel.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
neutrogena Previous post Ini Produk Perawatan Kulit Keluaran Johnson & Johnson
Farhan-rawati dan Nico Next post Portal Alumni Unpad-DSS, gelar Konser Virtual Amal Malam Ini, Nonton Yuk