Read Time:1 Minute, 6 Second
Lampu LED (Foto: Istimewa)

WARTABUGAR – Dioda pemancar cahaya, atau LED, kini sudah banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan dan merupakan bagian dari kehidupan modern. Kalau dahulu LED hanya sebagai lampu hiasan yang menghiasai klub malam, atau di papan iklan (billboard).

Kini LED juga digunakan untuk menampilkan kecerahan di layar ponsel, ponsel, televisi, dan lampu.

Dan kini ada lagi bentuk baru LED yang terbuat dari jenis bahan yang disebut halida perovskit. LED baru ini menjanjikan kualitas warna yang lebih tinggi dan kemudahan pembuatan, tetapi diketahui gagal saat mengalami jenis arus listrik yang biasanya diperlukan untuk penggunaan praktis.

Kini masalah itu berhasil diatasi. Sekarang, Profesor Barry Rand, ahli teknik kelistri pada Pusat Energi dan Lingkungan Andlinger, dan timnya telah meningkatkan stabilitas dan kinerja material secara signifikan dengan mengelola panas yang dihasilkan oleh LED secara lebih baik.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Advanced Materials dan dikutip oleh Scitech Daily (21/8/2020) mengidentifikasi beberapa teknik yang mengurangi akumulasi panas di dalam materi, yang memperpanjang masa pakainya sepuluh kali lipat.

Untuk mencegah perangkat dari panas berlebih, mereka memompa cukup arus ke dalamnya untuk menghasilkan cahaya ratusan kali lebih kuat daripada layar ponsel biasa.

Intensitas, diukur dalam watt per meter persegi, mencerminkan jumlah cahaya sebenarnya yang berasal dari perangkat, tidak dipengaruhi oleh mata manusia atau warna cahaya. Sebelumnya, tingkat arus seperti itu akan menyebabkan LED mati. (HKW)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Achiko Sebar Platform Teman Sehat Bangkitkan Perekonomian
Next post Pernah Di-Bully Saat Remaja, Mental Paris Hilton Jadi Kuat