Read Time:2 Minute, 1 Second
crop woman counting money at modern office table
Karolina Grabowska on Pexels.com

WARTABUGAR – Shinta Dhanuwardoyo, CEO Bubu.com, menyatakan pandangannya terhadap lanskap investor startup di Indonesia.

Dalam webinar itu yang digelar bubu.com. ia menilai bahwa masyarakat Indonesia belum terlalu banyak mengetahui seluk-beluk investasi.

“Padahal negara Indonesia menempati urutan nomor lima dengan jumlah startup terbanyak yakni 2.193 buah pada 2019, setelah AS, India, Inggris, dan Kanada,: “ujarnya dalam rilisnya diterima Warta Bugar (31/8/2020).

Kebanyakan perusahaan startup di Indonesia masih dihadapkan dengan masalah yang sama yakni tidak memiliki akses terhadap modal yang diperlukan untuk tumbuh.

“Untuk itu, melalui IDBYTE-X 2020 kami asa pandemi Covid-19 justru mendukung perkembangan dan adopsi digital di Indonesia. Sehingga sangat menguntungkan bagi para startup teknologi agar bisa bertumbuh cepat.”


Menurut Shinta, dalam melakukan investasi yang efektif di masa pandemi, investor harus jeli dan berhati-hati dalam menanamkan modal kepada perusahaan startup.

Beberapa faktor penting sebelum melakukan investasi adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan startup seperti, target pasar yang jelas, skalabilitas yang tepat guna, memiliki rasio pengembalian investasi yang baik, dan yang paling penting adalah para kualitas tim dari para founders startup tersebut.

“Para pelaku usaha pun harus bisa lebih kreatif memanfaatkan teknologi untuk menciptakan solusi-solusi inovatif dalam mengatasi berbagai macam masalah yang timbul akibat pandemi Covid-19 ini,” tambah Shinta.

Sementara itu Erwin Arifin, Head of Startupindonesia.co, menyampaikan, dalam situasi pandemi seperti saat ini, perusahaan startup harus beradaptasi seiring dengan berubahnya perilaku masyarakat.

Beberapa sektor seperti tranportasi akan mengalami kesulitan di masa pandemi.

Disisi lain sektor-sektor seperti pengiriman barang, makanan, e-commerce, dompet digital justru mengalami peningkatan seiring dengan semakin terbatasnya mobilitas masyarakat.

“Yang terpenting adalah startup dapat memiliki sense of business bahwa sektor startup itu menarik perhatian investor melalui ide-ide kreatif dan inovasi digital.

Di tahun 2020 iklim investasi di Indonesia masih mencatat angka yang kuat. Sepanjang kuartal kedua 2020 (Q2 2020 di bulan April-Juni) tahun ini, tercatat ada 32 transaksi pendanaan startup yang diumumkan atau dikonfirmasi ke publik.

Perolehan ini lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu, yakni 24 transaksi. Sementara itu Indonesia menempati peringkat ke-54, turun 13 peringkat dibanding tahun sebelumnya.

Di Asia Tenggara, posisi ini hanya unggul dari Vietnam. Singapura berada di posisi teratas, yaitu peringkat ke-16. Laporan ini menyoroti kontribusi sejumlah kota terhadap perkembangan ekosistem.

Secara berurutan Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Semarang menjadi yang kota-kota yang paling signifikan mendorong pertumbuhan ekosistem startup

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
CROWDE luncurkan Program GARAP Previous post CROWDE Luncurkan Program GARAP Khusus Buat Petani
Next post Siemens Keluarkan Alat Tes COVID-19 Yang Baru