14 Agustus 2020

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Rifat Sungkar: Ketua MPR Dukung Otomotif Di Bidang Kustom

Rifat Sungkar senang Ketua MPR Bambang Soesatyo dukung industri otomotif di bidang kustom dan modifikasi di Indonesia.
Pengurus IMI pimpinan Rifat Sungkar diterima Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Istimewa)

WARTABUGAR – Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam berbagai kesempatan menyatakan dukungannya terhadap industri otomotif, terutama di bidang kostum dan modifikasi di Indonesia. Pasalnya pelaku kustom dan modifikasi otomotif Indonesia tidak hanya dapat membantu menggerakkan perekonomian nasional juga membawa nama Indonesia mendunia.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya motor maupun mobil hasil kreasi builder dan modifikator Indonesia menjadi karya terbaik di beberapa event seperti di Italia, Jerman, Jepang juga Amerika Serikat.

Mendapat dukungan dari Bamsoet (nama panggilan Bambang Soesatyo) Rifat Sungkar sangat gembira. Menurut ucapan Bamsoet memberi angin segar bagi para pelaku industri kustom dan modifikasi dalam menghasilkan karya-karya yang lebih baik lagi.

“Bangsa Indonesia sudah lama dikenal memiliki kreativitas tinggi dalam hal seni dan kerajinan tangan, itu terlihat dari mahakarya yang ada di Indonesia. Bukti yang paling nyata adalah candi Borobudur,” ucap Rifat dalam keterangan tertulis (30/7/2020).

Kreativitas bangsa Indonesia terus berkembang mengikuti zaman, termasuk mengiringi keberadaan industri otomotif nasional  yang salah satunya adalah industri kustom atau modifikasi otomotif.

“Karya builder dan modifikator Indonesia juga sudah diakui dunia. Banyak motor maupun mobil hasil karya tanah air menjadi best custom maupun best restoration di mancanegara,” imbuh Rifat.

Lebih lanjut Rifat Sungkar mengatakan bahwa industri kustom dan modifikasi otomotif tanah air mampu menggerakan roda perekonomian khususnya ekonomi kreatif dengan menyediakan lapangan kerja dan memberi sumber pendapatan pajak baru bagi negara.

“Mungkin karena skala ekonominya dianggap belum terlalu besar maka belum mendapat perhatian yang khusus dari pemerintah. Padahal industri kustom ini sudah berkembang di semua provinsi di Indonesia,” tambah Rifat lagi. (hkw)