14 Agustus 2020

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Johnson & Johnson Dukung Filantropi Kesehatan

WARTABUGAR – Johnson & Johnson melalui anak perusahaannya yang beroperasi di Indonesia, PT Johnson & Johnson Indonesia, turut mendukung upaya pengembangan filantropi kesehatan di Indonesia. 

Melalui organisasi Johnson & Johnson Global Community Impact di Asia Pacific, Johnson & Johnson Foundation – didukung oleh PT Johnson & Johnson Indonesia – turut mendukung diselenggarakannya Forum Nasional I Filantropi Kesehatan.

Acara itu diselenggarakan secara daring melalui web-seminar (webinar) oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) Yogyakarta pada tanggal 21 – 22 Juli 2020.

Forum nasional yang pertama ini diadakan secara daring dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan.

Adapun tujuan dari forum nasional ini adalah untuk memberikan gambaran umum tentang dunia filantropi di Indonesia, mengidentifikasi kiprah pelaku filantropi kesehatan di Indonesia, dan menginformasikan hasil penelitian filantropi kesehatan.

Hingga saat ini, Indonesia masih menghadapi berbagai isu kesehatan yang sangat mendasar, misalnya stunting, sanitasi, higienitas, kematian ibu dan anak, dan lain sebagainya.

Isu – isu ini sudah ada sejak dahulu hingga sekarang, dan dalam penyelesaian masalah ini selain peran pemerintah, dibutuhkan juga dukungan serta keterlibatan lintas sektor, termasuk masyarakat dan sektor swasta.

Pada forum nasional ini, Johnson & Johnson hadir bersama salah satu mitranya, yaitu Project HOPE dan memberikan gambaran mengenai inisiatif yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.


Indonesia adalah negara ke-10 yang memiliki perekonomian terbesar, dalam hal kekuatan membeli, namun hingga saat ini kesehatan ibu dan anak masih merupakan salah satu tantangan terbesar di Indonesia.

Berdasarkan survei penduduk antar sensus (SUPAS) 2015 menunjukan bahwa masih ada 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup.

Sementara itu Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2017 menunjukkan angka kematian neonatal 15 per 1000 kelahiran hidup.

Berdasarkan data tahun 2017, triwulan 4 Direktorat Kesehatan Keluarga, Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 4.925 kematian ibu dan 27.875 kematian bayi yang terjadi di seluruh Indonesia, dimana Banten menduduki urutan ke 4 yang menyumbang kematian ibu sebanyak 227 kasus, dan kematian bayi sebanyak 12.46 kasus.

Sementara di Serang sendiri, terdapat 58 kasus kematian ibu dan 246 kasus kematian anak.

Melihat tingginya angka kematian ibu dan anak, Johnson & Johnson sadar bahwa penting untuk melakukan edukasi dan menjalankan program baik untuk ibu, anak maupun tenaga kesehatan mengenai kesehatan ibu dan anak.Devy Yheanne, Country Leaders of Communications and Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia mengatakan, dengan visi dan misi yang sama untuk meningkatkan kualitas hidup dan layanan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya ibu dan anak, Johnson & Johnson Foundation memberikan bantuan dana hibah (grant) yang disalurkan melalui Project HOPE selaku mitra LSM yang merupakan organisasi nirlaba yang memiliki komitmen untuk mencapai visi komunitas global agar tidak ada wanita dan bayi yang memiliki risiko kematian yang disebabkan oleh beberapa hal yang sebenanya dapat dicegah.

Program yang didanai Johnson & Johnson Foundation tersebut dikembangkan dalam sebuah program yang disebut Peningkatan Keselamatan Ibu dan Bayi baru lahir (Saving Lives at Birth).

Selama enam tahun (2013 –  2018), program Saving Lives at Birth berjalan dengan tujuan untuk memberikan kontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu dan anak melalui tiga fokus yang telah dirancang sedemikian rupa, yaitu; peningkatan kapasitas penyedia layanan kesehatan; peningkatan akses ke layanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas; dan peningkatan pengetahuan dan praktik hidup sehat di antara wanita usia reproduksi dan ibu dari anak-anak di bawah umur lima tahun di Serang, Indonesia.