20 July 2024

Keamanan Online Penting Bagi Pelaku Literasi Digital

Read Time:2 Minute, 1 Second

WARTABUGAR – Sejumlah organisasi penggiat literasi digital, yaitu Family Online Safety Institute (“FOSI”), ICT Watch Indonesia, Siberkreasi, ID-COP, serta penyedia layanan hiburan streaming Netflix berkumpul.

Mereka menyelenggarakan lokakarya (workshop) virtual berjudul “Pengasuhan Digital dalam Adaptasi Kebiasaan Baru”. 

Workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengguna internet, terutama orang tua, dalam memanfaatkan teknologi internet dengan cara yang aman dan bertanggung jawab.

Berbicara sebagai pembicara utama, Pendiri dan CEO FOSI, Stephen Balkam menganggap penting untuk menggunakan pendekatan dari banyak sisi ketika mempertimbangkan cara terbaik untuk menanggapi isu-isu terkait keamanan online.

“Kami percaya akan perlunya menciptakan Budaya Tanggung Jawab online yang mencakup wilayah tanggung jawab yang berbeda-beda namun saling berkaitan antara seluruh anggota masyarakat dan melibatkan juga anak-anak,” kata Stephen dalam keterangan tertulisnya (21/7/2020).

Lebih lanjut Stephen menggambarkan pentingnya peran unik orang tua, pemerintah, dan perusahaan sebagai panutan online yang baik, termasuk mendorong penggunaan fitur kontrol orang tua secara lebih efektif.

Penelitian FOSI menekankan pentingnya keamanan online dan pengasuhan digital yang cerdas. Ini karena 57% orang tua berpikir bahwa teknologi telah membuat komunikasi di antara anggota keluarga mereka lebih baik, dan menyebutkan sejumlah manfaat utama internet bagi anak-anak.

Yaitu pengembangan keterampilan teknologi, peningkatan kemampuan untuk meneliti dan mencari informasi, dan untuk masa depan, karier, dan keterampilan hidup mereka.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid mengatakan, literasi media adalah kunci di dunia online.

“Dulu kita mengandalkan sensor untuk membatasi tayangan yang ada pada layar dengan penonton,” ujar Hilmar.

Namun pendekatan ini sudah tidak lagi memadai mengingat sekarang ini ada ribuan layar dan berbagai bentuk media.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berfokus untuk  meningkatkan literasi media dan meningkatkan edukasi bagi anak-anak dan keluarga dalam menyikapi konten online.

“Kami sangat senang melihat ajang seperti ini yang dapat mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan bekerjasama dalam menyikapi tantangan zaman dan teknologi yang selalu berkembang,” sambung Hilmar.

Sementara itu, Koordinator Program ICT Watch, Indriyatno Banyumurti mengutarakan, anak-anak zaman sekarang lebih lihai dalam memanfaatkan teknologi digital dan lebih mudah memperoleh akses internet.

“Orang tua harus lebih berperan mendampingi dan melindungi mereka, terlebih ketika anak berinteraksi dengan konten online. Perhatikan keamanan identitas dan data pribadi mereka.,” kata Indriyatno. S

Kooswardini Wulandari, Netflix Communications Manager untuk Indonesia menegaskan bahwa pihaknya menyadari banyak keluarga di seluruh dunia yang sangat mencintai layanan Netflix.

“Untuk itu kami terus memperbarui dan memperkuat fitur kontrol orang tua berdasarkan masukan dari anggota kami,” kata Kooswardini. (sgh)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Penandatangan kerjasama chandra asri dan Bank DBS Previous post Bank DBS Beri Pinjaman Chandra Asia Kembangkan Teknologi Digital
Koinworks tumbuh Next post KoinWorks Luncurkan KoinGold, Jual Beli Emas Online