16 July 2024

Ini Alasannya, Cuma Tempat Karantina di Gedung BPSDM Sumbar Yang Dibuka

Read Time:1 Minute, 20 Second

WARTABUGAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar) menutup fasilitas yang jadi pusat karantina. Sehingga pada saat ini hanya gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumbar, yang masih menampung pasien terduga COVID-19.

“Untuk penghematan, (tempat) karantina tinggal satu di BPSDM untuk 200 orang. Karantina yang lain ditutup sementara dan sewaktu-waktu dapat dibuka kembali jika dibutuhkan,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Jumat (4/7/2020).

Menurut situs padangkita.com (5/7/2020), Gedung BPSDM dipergunakan khusus untuk karantina pasien positif Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Sebelumnya Pemprov membuka sejumlah fasilitas (gedung) sebagai tempat karantina dengan total 1.000 lebih ruang karantina. Fasilitas karantina itu terdapat di Payakumbuh, Padang Panjang, Agam, Bukittinggi, dan sejumlah fasilitas di Padang.

“Semuanya standby, siap dibuka lagi kalau dibutuhkan,” ujar Irwan.

Penutupan itu dilakukan karena jumlah pasien COVID-19 yang sembuh terus bertambah. Hingga Jumat pekan lalu, telah mencapai 622 orang, atau 81,8 persen dari total 760 orang positif. Dari kasus yang aktif itu, tinggal 50 orang yang dirawat di rumah sakit, dan 57 orang menjalani isolasi.

“Kita senang pasien ODP dan OTG sudah banyak yang sembuh tidak ada lagi yang dikarantina. Yang positif (bergejala) ringan pun ternyata sudah bisa dengan satu tempat saja yaitu di BPSDM Gadut Padang,” tutur Irwan.

Selain itu, kosongnya sejumlah fasilitas karantina itu juga disebabkan oleh masifnya tes cepat dan tes PCR terhadap warga Sumbar dan warga yang baru masuk ke Sumbar.

Jika hasilnya negatif, warga itu bisa dipebolehkan pulang dengan menerapkan karantina mandiri. Sebelumnya, semua warga yang masuk Sumbar wajib masuk pusat karantina selama 14 hari.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Pertumbuhan Farmasi Akan Membaik Seiring Adanya BPJS Kesehatan Previous post GP Farmasi Dukung Insentif Pajak Riset Vaksin COVID-19
Jual beli mobil bekas Carro Next post Ini Tempat Alternatif Baru Bila Ingin Beli Mobil Bekas