16 July 2024

Ini Dia Laboratorium Yang Diserahkan ke Unpad

Read Time:2 Minute, 31 Second

Warta Bugar – PT Bio Farma, Badan Usaha Milik Negara di bidang farmasi, menyerahkan Mobile Laboratorium BSL 3 kepada Universitas Padjadjaran (Unpad), di Gedung Rumah Sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran Unpad.

Acara serahterima berlangsung pada tanggal 12 Juni 2020. Acara serah terima peminjaman Mobile Laboratorium BSL 3 ini diawali dengan penandatanganan PKS sekaligus penyerahan Berita Acara Serah Terima, yang dilakukan oleh Direktur Operasi Bio Farma M. Rahman Roestan, dengan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Padjadjaran Hendarmawan.

Dalam penyerahan Mobile Laboratorium BSL 3 ini, turut disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Rektor UNPAD. Rina Indiastuti, dan Direktur Pemasaran, Penelitian dan Pengembangan I, Bio Farma. Sri Harsi Teteki.

Mobile Laboratorium BSL3 yang dibuat oleh Bio Farma merupakan laboratorium BSL 3 bergerak pertama di Indonesia, yang dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan Swab Test melalui RT-PCR pasien COVID-19.

Kelebihan dari Mobile Laboratorium BSL 3 ini, selain yang sifatnya dapat berpindah-pindah, adalah dari segi pembuatannya yang merupakan ide inovasi dari Tim Millenial Bio Farma, dari mulai desain, validasi dan kualifikasi yang memiliki tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.

Mobile Laboratorium BSL 3 ini akan beroperasi secara statis di Rumah Sakit Pendidikan Unpad di Jl. Prof Eyckman Bandung. Artinya, Unpad tidak akan mengoperasikannya untuk bergerak ke berbagai daerah. Namun, walaupun beroperasi secara statis di satu lokasi, lab ini dapat menerima spesimen swab pasien Covid-19 dari berbagai tempat, khususnya dari masyarakat yang berada di Jawa Barat.

Ridwan Kamil dalam sambutannya mengatakan dengan hadirnya Mobie Laboratorium BSL 3 diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pemeriksaan sample COVID-19 di Jawa Barat, khusunya untuk daerah – daerah tertentu, karena wilayah Jawa Barat yang heterogen geografisnya.

“Dengan hadirnya mobile BSL3 ini, memberikan harapan besar, diharapkan target pemeriksaan COVID-19, mencapai 300 ribu penduduk Jawa Barat atau 0,6% dari total 50 juta penduduk Jabar bisa terealisasi secepatnya”, ucap Ridwan dalam Obat Digital.

Ridwan Kamil menambahkan, optimisme Jawa Barat dengan teknologi peralatan melawan COVID-19 bisa diproduksi sendiri 627 mobil ambulans yang di konversi jadi mobil rapid test dengan demikian Jabar menjadi satu – satunya provinsi di Indonesia, yang bisa memproduksi semua alat perang melawan COVID-19, dari mulai ventilator, Alat Pelindung Diri (APD), Masker Bedah, RT-PCR, Mobile Laboratorium BSL3.

Dalam kesempatan yang sama, Sri Harsi Teteki mengatakan, pembuatan Mobile Laboratorium BSL 3 dari Bio Farma merupakan milestones kedua Bio Farma untuk menanggulangi COVID-19, setelah pada akhir Mei 2020 yang lalu Presiden RI Joko Widodo, meresmikan RT-PCR dengan nama BioCov19.

Untuk menanggulangi COVID-19, memang diperlukan suatu kolaborasi antar semua elemen, baik dari akademisi, bisnis, pemerintahan, komunitas dan juga media massa atau yang kita kenal dengan nama pentahelix. “Semua elemen tersebut, harus bersama-sama membangun ketahanan kesehatan nasional,” ujar Sri.

Strategi kolaborasi Bio Farma untuk penanggulangan COVID-19 ini, antara lain bekerjasama di bidang riset dengan lembaga-lembaga riset nasional seperti Litbangkes, lembaga Eijkman, BPPT, BPOM dan lembaga lainnya.

Bahkan Bio Farma ada kolaborasi juga dengan salah satu startup dalam bidang teknologi genomics. Dan lembaga penelitan dan industri dari luar negeri untuk pengembangan vaksin Covid-19,” ujar Sri Harsi. (akl)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Sambut Hari PRT, GoPlay Siarkan Film Pemenang Piala Citra 2019
Halodoc dapat pendanaan baru Next post HaloDoc Sediakan Akses Layanan Di Pekanbaru