Read Time:1 Minute, 46 Second

Warta Bugar – Tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Fakultas Ogawa Wataru dan Profesor Nogami Munenobu – keduanya dari dari Universiats Kobe, Jepang – telah menemukan mengapa metformin sangat dipercaya untuk mengobati penyakit diabetes tipe 2.

Rahasia itu berhasil dibongkar setelah bertahun-tahun para peneliti belum mengetahui mekanisme yang jelas mengapa obat ini sangat efektif.

Seperti diketahui metformin telah digunakan selama lebih dari 60 tahun, dan merupakan obat diabetes yang paling sering diresepkan di dunia.

Tim peneliti, sebagaimana dilansir sitsu Science Daily (3/6/2020), mengungkapkan bahwa metformin mempromosikan ekskresi gula darah dari usus besar ke dalam tinja. Ini adalah penemuan yang sama sekali baru yang belum pernah diprediksi sebelumnya.

Temuan saat ini dapat menjelaskan tindakan biologis metformin yang mekanisme dasarnya tidak diketahui, dan berkontribusi pada pengembangan obat baru untuk diabetes.

Temuan ini diterbitkan pada 3 Juni 2020 dalam edisi online Diabetes Care, sebuah jurnal medis yang diterbitkan oleh American Diabetes Association.

Ogawa dan koleganya menggunakan PET-MRI untuk menyelidiki pergerakan gula dalam tubuh pasien diabetes, baik mereka yang menggunakan metformin maupun yang tidak.

Dari situ tim menemukan bahwa gula (yaitu FDG) terakumulasi dalam usus pasien yang menggunakan metformin. Untuk memahami di mana gula usus menumpuk, tim peneliti kemudian menyelidiki “dinding usus” dan “bagian dalam usus (tinja dan isi lainnya)” secara terpisah menggunakan teknik khusus.

Mereka menemukan bahwa, pada pasien yang menggunakan metformin, lebih banyak gula yang terakumulasi di area di dalam usus yang distal ke ileum (bagian sisi anal dari usus kecil). Di sisi lain, tidak ada perbedaan dalam akumulasi gula di “dinding usus” antara pasien yang menggunakan dan tidak menggunakan metformin.

Hasil ini menunjukkan bahwa, ketika seorang pasien mengonsumsi metformin, gula dalam darah dilepaskan dari usus ke tinja. Tidak hanya temuan bahwa metformin mempromosikan ekskresi gula ke dalam tinja, tetapi juga wahyu bahwa gula dikeluarkan dari usus ke tinja itu sendiri adalah penemuan baru yang tidak diantisipasi.

Baru-baru ini, obat anti-diabetes baru telah diluncurkan; inhibitor SGLT2, yang menurunkan konsentrasi gula darah dengan mengeluarkan gula dalam urin. Efek klinisnya yang bermanfaat menarik banyak perhatian. Mengekskresikan gula ke dalam tinja, seperti yang dipicu oleh metformin, mungkin juga terkait dengan efek penurunan gula inhibitor SGLT2.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Sinar Mas Land Luncurkan Ruko di Pasar Modern Merdeka Timur BSD
Next post Tahun Ajaran Baru, Kesehatan Anak Lebih Penting