Pencegahan covid-19 di pesawat

Warta Bugar – Belum lama ini pemerintah membuka keran perjalanan penerbangan di tengah wabah COVID-19. Padahal pada saat yang sama pemerintah melarang orang untuk bepergian ke luar kota tanpa tujuan yang jelas dan tanpa surat keterangan bebas COVID-19.

Dalam kaitan itu, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan Indonesia (Perdopsi) melalui ketuanya Dr dr Wawan Mulyawan, SpBS(K), SpKP, AAK, membuat pernyataannya.

Dalam rilisnya, Perdospi mengatakan di tengah pandemi dan penularan COVID-19, belum ditemukan vaksin yang spesifik menyembuhkan COVUD-19. Apalagi kini muncul strain baru.

Menurutnya, pencegahan penularan virus Covid-19 di Bandar Udara dan Kabin Pesawat harus menjadi program utama dari seluruh otoritas penerbangan termasuk juga sosialisasi yang terus menerus dan penegakan hukumnya.

Wawan bilang bahwa pelanggaran physical distancing oleh masyarakat pengguna jasa penerbangan di bandara (atau pun di kabin pesawat) bukanlah hanya merupakan ketidaksiapan masyarakat dalam merubah perilaku sehat mencegah penularan virus Covid-19.

“Namun utamanya merupakan ketidaksiapan otoritas dan pemberi pelayanan kebandaraan dan penerbangan komersial dalam mengantisipasi dan menerapkan aturan soal COVID-19,” ujar Wawan.

Perdospi juga melihat adanya celah dalam Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tanggal 6 Mei 2020 dan pernyataan-pernyataan pelonggaran moda transportasi penumpang oleh Menhub dan otoritas penerbangan nasional lainnya.

“Tidak seharusnya membuat pelaksana di bandara dan kabin pesawat menjadi bingung atau hilang arah,” ujarnya.

Wawan juga melihat adanya penolakan organisasi perusahaan penerbangan internasional (IATA) terhadap penerapan physical distancing di kursi pesawat tidak serta merta merupakan justifikasi pelonggaran terhadap aturan pencegahan penularan Covid-19 di pesawat.

“Namun justru harus menjadi penambahan pengetatan aturan lainnya seperti pemakaian masker yang baik dan benar, pembatas pergerakan di dalam kabin pesawat, dan lain-lain,” tambah Wawan (akl)