Warta Bugar – Sebagai salah satu kontributor Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di Indonesia, usaha kecil dan menengah (UKM) memiliki andil dalam menentukan kondisi ekonomi Indonesia terlebih di tengah pandemi Covid-19.

Melihat hal tersebut, Bank DBS Indonesia berkolaborasi dengan BliBli.com  memberikan wawasan bagi merchant partner BliBli.com dan pelaku usaha lainnya melalui sesi talkshow bertemakan “What Business Can Do and Adapting with this New Normal”.

Dalam acara itu, Dewi Meisari, founder ukmindonesia.id memaparkan tentang besarnya peluang dan dukungan kebijakan bagi UKM di tengah pandemi Covid-19.

Selain itu, turut hadir Maynard Priajaya Arif, VP Group Research DBS Bank Ltd yang memberikan pemaparan mengenai tinjauan ekonomi di tengah Covid-19 dan paparan prediksi pasca Covid-19.

“Di era digital seperti saat ini, keterampilan memasarkan produk secara online menjadi salah satu kunci dalam menjalankan bisnis. Berdasarkan data Menkominfo tahun 2019 terdapat sekitar 20% pelaku UKM yang memasarkan produknya secara daring,” jelas Dewi  dalam rilisnya.

Dewi juga memaparkan beberapa strategi bagi pelaku usaha untuk dapat bersaing dengan pasar.

Pertama melakukan penghematan: melakukan musyawarah dengan pegawai mengenai pengurangan gaji sementara waktu, dan dikompensasi dengan penurunan beban kerja (salah satunya dengan menurunkan jam kerja).

Kedua mengakses program pemerintah yang dapat membantu menurunkan beban biaya (misalnya cicilan pinjaman, listrik, BPJS, pajak, dan lain-lain), ketiga, membidik peluang lain yang ada di depan mata – shifting sementara –  selama dapat mendatangkan arus pendapatan (contoh, coffee shop, bisa shifting berbisnis buah atau frozen food atau jahe merah,

Ketiga proaktif menggali informasi (browsing, bergabung komunitas, dan lain-lain).

Keempat, gunakan waktu untuk sebanyak-banyaknya belajar dan membenahi usaha (contoh: memperbaiki logo, belajar memasarkan secara daring lebih baik lagi, mencari peluang memasarkan melalui e-commerce, mengikuti berbagai pelatihan daring, dan benahi keuangan).