16 July 2024

Banyak Wanita Misinformasi Soal Pilkada dari Grup WA

Read Time:2 Minute, 0 Second

Bekasi, Warta Bugar – Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan WhatsApp menyelenggarakan sejumlah pelatihan literasi digital untuk perempuan.

Pelatihan itu digelar di empat lokasi: Tangerang Selatan, Mamuju, Tomohon, dan Makassar.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan Indonesia dengan meningkatkan kemampuan literasi digitalnya untuk secara aktif melawan misinformasi di lingkungan mereka dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. 

Kerja sama antara UGM dengan WhatsApp dalam penyelenggaraan pelatihan literasi digital berangkat dari hasil riset tim peneliti UGM yang diketuai oleh Novi Kurnia, seorang dosen senior pada Departemen Ilmu Komunikasi di UGM.

Proyek riset tersebut adalah studi pertama berskala besar mengenai bagaimana perempuan Indonesia menggunakan grup WhatsApp untuk mengarahkan kehidupan pribadi dan profesionalnya.

Novi Kurnia dan timnya dipilih untuk melakukan riset tersebut sebagai bagian dari kompetisi riset Misinformation and Social Science Awards dari WhatsApp.

Riset dari UGM menemukan bahwa sebagian besar perempuan Indonesia menerima misinformasi melalui tiga jenis grup di WhatsApp, yaitu grup teman/alumni sekolah, grup keluarga, dan grup profesional.

Topik misinformasinya meliputi isu terkait politik, gosip, agama, dan kesehatan. Riset tersebut menemukan bahwa mayoritas perempuan dalam grup memilih untuk diam mengenai misinformasi.

Ini karena mereka tidak merasa nyaman atau kurang mengetahui cara yang tepat untuk menanggapi isu-isu tersebut secara efektif. 

“Seiring dengan terjadinya pergeseran terhadap peran tradisional perempuan Indonesia dari seorang istri dan ibu menjadi figur yang lebih aktif di ranah publik, perempuan kini memiliki peranan penting dalam melawan misinformasi digital jika dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan yang tepat,” sebut Novi Kurnia. 

“Inilah mengapa kami bekerja sama dengan WhatsApp untuk menyelenggarakan pelatihan literasi digital di beberapa kota yang diidentifikasi rentan terhadap misinformasi politik oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum.”

Perjalanan literasi digital di empat kota akan dimulai pada Juli 2020 dan akan fokus melatih perempuan berumur 23-58 tahun dari berbagai macam latar belakang.

Di antaranya, Pegawai Negeri Sipil (PNS), karyawati perusahaan swasta, guru, pengusaha, dan ibu rumah tangga. Pemilihan peserta dilihat dari keaktifan perempuan di komunitas dan juga pada grup WhatsApp.

Dalam kesempatan yang sama Clair Deevy, Direktur Kebijakan APAC, WhatsApp mengaku senang bekerjasama dengan Novi Kurnia dan timnya melalui sebuah riset bermanfaat yang menghasilkan program inisiatif pelatihan literasi digital untuk perempuan Indonesia.

Menurut Deevy, memberdayakan masyarakat melalui edukasi adalah salah satu cara paling efektif untuk menangkal permasalahan misinformasi yang viral.

“Sebagai tambahan untuk edukasi, WhatsApp terus berupaya untuk berinvestasi dalam perubahan produk yang dirancang untuk menyelesaikan tantangan publik ini,” katanya

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Heboh Suami-Istri Bunuh Diri, Tinggalkan Wasiat Buat Anaknya
Next post OPPO Perkenalkan Seri Terbaru: Find X2