Read Time:1 Minute, 3 Second

Bekasi, Warta Bugar – Terawan Adi Putranto, Menteri Kesehatan menerbitkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020. Isinya mengenai kewajiban pemerintah untuk menanggung pembiayaan perawatan kesehatan pasien terinfeksi COVID-19.

Terhadap Keputusan Menteri Kesehatan itu, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menanggapi positif.

Menurut Budi Tampubolon, Ketua Dewan Pengurus AAJI, segala bentuk pembiayaan dalam rangka upaya penanggulangan dibebankan pada anggaran Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, dan/atau sumber dana lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Itu termasuk biaya perawatan bagi kasus suspek yang dilaporkan sebelum Keputusan Menteri tersebut mulai berlaku,” ujarnya dalam pernyataan tertulisnya (3/3).

AAJI menyampaikan bahwa secara umum, polis asuransi tidak mengecualikan terkait virus Corona dengan catatan sepanjang tidak dikategorikan kedalam kondisi pandemik oleh Pemerintah Indonesia. 

Bagi nasabah pemegang polis asuransi, AAJI menghimbau para nasabah untuk memeriksa polis mereka dan bertanya kepada perusahaan asuransi penerbit polis asuransi mereka terkait dengan hal ini mengingat polis asuransi yang dikeluarkan oleh setiap perusahaan asuransi berbeda-beda dan produk dari setiap perusahaan asuransi menawarkan manfaat klaim yang beragam.

AAJI juga menghimbau masyarakat untuk selalu mempraktikan gaya hidup sehat dan higienis serta waspada, dengan melakukan tindakan preventif, diantaranya sering mencuci tangan dengan sabun atau cairan berbasis alkohol, tidak menyentuh muka dan memeriksa suhu badan secara berkala. (sah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Ini Dampak Serius Dari Kebijakan Karantina
Next post Rhenus Beli Semua Saham Malcolm Total