23 Juli 2021

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Kementerian Agraria Akan Audit Tata Ruang Hulu-Hilir

Buntut banjir di Jabodetabek, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional akan mengaudit semua tata ruang dari hulu sampai ke hilir.

Bekasi, Warta Bugar – Sejumlah titik di Jakarta dan Bekasi terendam banjir imbas hujan yang tidak berhenti dari semalam hingga pagi tadi (25/2), termasuk di Jalan Protokol sampai Istana Kepresidenan di bilangan Monas, Jakarta Pusat, ikut terdampak.

Selain masalan drainase, Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah (Dirjen PPRPT), Budi Situmorang juga menyebutkan akibat kepadatan pembangunan Jakarta dan kurang taatnya tata ruang dari hulu ke hilir.

Dalam rilisnya (26/2), Budi Situmorang menjelaskan bahwa tahun ini Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sedang kejar-kejaran dengan waktu untuk mengaudit semua dari hulu sampai ke hilir.

Menurut informasi dari hulu juga ada persoalan karna di puncak sudah jadi vila. Nah dari hulu pihaknya mau menanam kembali pohon-pohon. Caranya dengan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Karena yang kita syaratkan jadi vila hanya 20% unsur tata ruangnya. “Kalau lebih akan kita bongkar,” tegasnya pada acara #TanyaATRBPN di Gedung Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

“Sebenarnya dari dulu sudah banjir, biasanya kita escape close-nya kan 40% daerah Jakarta itu di bawah air, kalau pergi ke Priok itu di atas dia ada tanggul aja kan gitu, itu satu faktanya,” ujar Budi Situmorang.

Budi menuturkan akibat kepadatan bangunan tersebut banyak resapan air jadi tertutup.

Ini mengakibatkan, beberapa ruas titik di wilayah tertentu tergenang banjir karena terus diguyur hujan deras.

“Semalam hujannya memang deras tapi resapan tertutup oleh bangunan-bangunan jadi kan drainase nggak jalan,” sambungnya.

Selain itu Budi Situmorang menceritakan bahwa pihaknya juga bekerjasama dengan Ditjen Sumber Daya Air.

“Di daerah tengah Bogor Depok dan sekitarnya itu kan kebanyakan danau terus berkurang. Kita kerja sama untuk menyertifikatkan danau supaya danaunya tidak berkurang,” ujarnya.

Budi menegaskan untuk pemulihan di hilir Jakarta pihaknya akan mengidentifikasi lokasi di Jakarta, ada yang akan dibongkar termasuk bangunan yang tidak mempunyai hak.

Karena sesuai dengan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (sah)