Read Time:59 Second

Tak salah perusahaan farmasi banyak membuat obat generik bermerk, karena lebih laku ketimbang jenis obat lain. Di Asia, obat tersebut tumbuh pesat.

Bekasi, Warta Bugar – Meski ekonomi dunia sedang dilanda kelesuan, namun penjualan obat, terutama obat generik bermerk, tetap menarik. Hampir semua perusahaan farmasi berlomba-lomba membuat obat generik bermerk.

Menurut laporan dari International Generic Pharmaceutical Alliance, pasar obat generik bermerk ini tumbuh pesat. Cina, India, dan sejumlah negara Asia Pasifik (termasuk Jepang), unggul dalam penjualan produknya. Diperkirakan pertumbuhannya akan terus terjadi hingga tahun 2029.

tahun 2018, pasar obat generik bermerk sebesar US$231 miliar atau sekitar Rp3.150,3 triliun dengan kurs 1US$ adalah Rp13.650.

Menurut laporan Future Market Insight sebanyak 20% dati total penjualan obat diabetes dan kardiovaskular berasal dari obat generik bermerk.

Bagi kebanyakan industri farmasi, menjual obat generik bermerk lebih menguntungkan daripada menjual obat generik atau obat originator. Ini karena ia tak perlu melakukan penelitian untuk membuat obat baru.

Mereka hanya membuat obat yang kandungan kimianya sama dengan kandungan obat originator atau pemegang merk, tanpa memerlukan riset yang memakan biaya mahal. Dengan menambahkan label merk dalam obat generik bisa membuat konsumen obat “tertipu” seakan-akan itu obat paten. Padahal bukan. (akl)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Jajaran pengurus baru Koinworks Previous post KoinWorks Rekrut Talenta Untuk Duduk di Jajaran Petinggi
Cuci tangan cegah penyakit Next post Gawat, 1 dari 5 orang di Bandara Tidak Cuci Tangan Dengan Benar