24 Juli 2021

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Sukses Lakukan Karantina Warganya, WHO Apresiasi Indonesia

Sebanyak 328 WNI yang dikarantina di Natuna dinyatakan sehat. Mereka dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Atas keberhasilannya itu, WHO mengapresiasinya.

Bekasi, Warta Bugar – Lega sudah. Setelah melewati 14 hari dikarantina di Pulau Natuna, 238 warganegara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan, Cina, dinyatakan sehat-sehat. Mereka terdiri 158 perempuan, dan sisanya laki-laki.

Pemerintah kemudian memulangkan mereka ke tempat tinggal masing-masing dengan ongkos perjalanan yang ditanggung oleh pemerintah pada Sabtu (15/2/2020).

Kepulangannya menggunakan pesawat Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) dari Pangkalan Udara Raden Sadjad, Natuna ke Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Mereka mendarat di Bandara Halim Perdanakusumo, untuk selanjutnya diangkut ke daerahnya masing-masing. Setiba di Halim pada pukul 15.20 WIB, mereka disambut oleh keluarganya masing-masing.

Langkah pemerintah mengevakuasi warganya dari Wuhan itu tentu saja mendapat apresiasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ini karena Indonesia merupakan negara pertama yang menyelamatkan warganya dari risiko terkena infeksi virus CoVID-2019 – nama baru virus Corona yang banyak memakan korban itu.

Itu diungkapkan perwakilan WHO untuk Indonesia, Paranietharan, seusai mengantarkan WNI yang telah lolos menjalani obersrvasi di Natuna. Ke Halim.

“Pemerintah Indonesia sudah sangat baik dalam menangani dan melayani mereka yang dievakuasi dari Cina terkait Corona,” ujar Paranietharan.

Pemerintah Indonesia dinilai telah melakukan prosedur yang tepat yang sesuai dengan rekomendasi protokoler dari WHO. Ia meminta masyarakat tak perlu kawatir tertular karena mereka sudah dinyatakan sehat.

Sejauh ini Indonesia merupakan salah satu negara di kawasan yang berdekatan dengan Cina, yang masih nol-kasus infeksi virus Corona. Di sejumlah negara lain, seperti Filipina, Singapura, Thailand, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang, sudah terdapat beberapa kasus.

Padahal beberapa negara yang jauh dari Cina, seperti Inggris, Prancis, Amerika Serikat, ditemukan beberapa kasus.

Hingga berita ini diturunkan jumlah kasus virus mematikan terus bertambah, meskipun pertambahan tidak sebesar sebulan sebelumnya. Sudah 27 negara yang sudah melaporkan adanya kasus infeksi tersebut, termasuk yang terbaru di Mesir.

Sejauh ini sudah dilaporkan sebanyak 1.523 orang yang meninggal, termasuk 1 warga Cina yang meninggal di Prancis. Sedangkan yang sakit karena virus ini berjumlah total 64.443 orang. (akl)