Read Time:2 Minute, 10 Second

Jakarta, Warta Bugar – Tahukan Anda jika orang dengan sistem pencernaan yang sehat memiliki umur yang lebih panjang? Hasil studi yang pernah dilakukan menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kesehatan pada sistem pencernaan dengan hidup sehat.

Hidup sehat ditunjukkan dengan kesehatan jantung, sistem kekebalan tubuh, kesehatan mental, gangguan endokrin, dan kanker usus besar.

Namun, beberapa masyarakat perkotaan cenderung mengabaikan pentingnya menjaga kesehatan pencernaan. Gangguan pencernaan seperti sembelit, sindrom iritasi usus, divertikulitis dan kolitis ulseratif sangat umum di kalangan orang-orang negara Barat.

Sedangkan di Indonesia, diare, gastritis, maag, sembelit, dan usus buntu adalah penyakit pencernaan yang umum ditemui. Jika tidak diobati dengan baik, penyakit-penyakit tersebut dapat berakibat serius hingga menyebabkan kanker usus besar.

Menurut data Globocan tahun 2018, terdapat 348,809 kasus kanker baru di Indonesia, dengan kanker usus besar menjadi yang paling umum ketiga setelah kanker payudara dan kanker paru-paru.

Alex Teo, Director, Research Development and Scientific Affairs – Asia Pacific, Herbalife Nutrition, mengatakan bahwa penyakit pencernaan mulai muncul di Asia karena banyak orang mengadopsi cara diet yang tidak sehat dan gaya hidup yang tidak aktif.

Selain itu, terdapat hubungan yang kuat antara otak kita dan saluran pencernaan.

“Faktor stres yang banyak dialami oleh orang yang tinggal di kota juga dapat memicu respon negatif pencernaan yang mengarah pada kesehatan pencernaan,” ujar Alex dalam rilisnya (6/1).

Karena itu, Alex membagikan beberapa tips untuk menjaga kesehatan pencernaan bagi masyarakat urban modern:

  1. Makanan yang kaya nutrisi dan tinggi serat tetapi rendah lemak dan gula. Makanan bergizi yang seimbang adalah kunci untuk mempertahankan keberagaman dan komposisi bakteri baik dalam usus kita.
  2. Olahraga teratur.Tetap aktif berolahraga turut membantu meningkatkan kesehatan, karena saat otot-otot kontraksi dan bernafas dalam selama latihan dapat menstimulasi kontraksi alami otot usus yang membantu melancarkan pencernaan makanan melalui sistem dalam tubuh. Olahraga juga dikenal dapat mengurangi stres, sehingga dapat mengurangi gangguan pencernaan yang seringkali diakibatkan dari emosi yang negatif.
  3. Hindari konsumsi antibiotik secara berlebihan. Kebiasaan mengonsumsi antibiotik dapat mengubah keberagaman dan komposisi bakteri usus yang baik dan idealnya harus dalam pengawasan dokter.
  4. Pertimbangkan untuk mengonsumsi makanan dan suplemen yang baik bagi usus. Anda juga dapat mengonsumsi probiotik harian secara natural dari makanan seperti susu, yogurt, keju fermentasi, tempe, dan kimchi. Protein berkualitas tinggi seperti salmon, trout, daging ayam (tanpa kulit). sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian juga membantu. Jika diperlukan, suplemen probiotik seperti protein shakes juga dapat membantu, khususnya jika kita sedang bepergian.
  5. Hindari gaya hidup yang memicu stres. Emosi dapat memicu pergerakan pencernaan; karenanya perlu dimengerti kita akan merasa mual sebelum memberikan sebuah pidato atau merasa sakit perut saat stres. Faktor psikososial memengaruhi secara aktual gejala dan gangguan secara fisiologis.
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Ini Alasannya Mengapa Kita Minum Kopi dan Teh Previous post Ingin Tetap Langsing? Cukup Rutin Minum Minuman Berkafein
Teknologi Baterei Mobil Makin Maju Next post Peneliti Australia Ciptakan Batere Terefisien Se Dunia