16 July 2024

Menkes: Pentingnya Teknologi Perkuat Program JKN

Read Time:2 Minute, 14 Second

Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan mengatakan bahwa Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan komitmen kita untuk memajukan sumber daya manusia agar mencapai Indonesia Maju di tahun 2045.

Untuk menjangkau lebih dari 265 juta penduduk Indonesia, kita perlu meningkatkan dan menyempurnakan penerapannya.

“Saat ini, bagi masyarakat miskin dan tidak mampu Pemerintah dan Pemerintah Daerah telah membiayai kurang lebih 135 juta jiwa atau sekitar setengah jumlah penduduk,” katanya dalam sambutannya pada Asia Pacific Future Trends Forum (FTF) Ke-12 di Jakarta.

FTF ke-12 akan diisi oleh pembicara dari beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Vietnam, Taiwan, dan Thailand.

Seperti dalam keterangan persnya (23/11/2019), acara tersebut diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan The SMERU Research Institute, dan didukung oleh PT Novartis Indonesia.

Lebih lanjut Terawan menjelaskan sebanyak 96,6 juta jiwa dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan 38,4 juta jiwa dibiayai melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebagai penduduk yang didaftarkan oleh pemerintah daerah.

Lebih lanjut Menteri Terawan menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk memperkuat program JKN.

“Luasnya cakupan serta banyaknya peserta yang perlu dikelola mendorong kita mengarahkan program-program kepada Health 4.0,” ucap Terawan.

Di mana, inovasi terkini seperti pemanfaatan big data dan digital, akan dapat meningkatkan informasi tentang patient’s journey serta memperkuat sistem kesehatan kita. Namun kami tidak dapat melakukannya sendiri, perlu adanya sinergi yang kuat antara sektor publik dan swasta”

Penerapan JKN di negara-negara Asia Pasifik memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan pelayanan kesehatan dan kesehatan masyarakat secara umum, khususnya dalam hal akses, baik akses terhadap obat-obatan, maupun terhadap pelayanan kesehatan.

Guna mencapai hal tersebut, inisiatif digital dan teknologi dunia kesehatan perlu diterapkan secara luas. Pemanfaatan sistem informasi yang besar ini dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sehingga semakin mendorong peningkatan kesehatan setiap orang.

Dalam kesempatan yang sama, Widjajanti Isdijoso, M.Ec.St, Direktur The SMERU Research Institute menjelaskan lebih lanjut seputar pelaksanaan FTF ke-12.

Sedangkan terkait teknologi, Widjajanti menambahkan, dengan sistem JKN yang besar seperti Indonesia, pemanfaatan analitika big data menjadi sangat penting untuk memonitor dan meningkatkan pelayanan.

“Dan tentunya, ekosistem yang besar seperti JKN ini memerlukan platform teknologi digital yang andal untuk memastikan akurasi analisa yang dihasilkan,” tutur Widjajanti.

Sementara itu, Jorge Wagner, Presiden Direktur PT Novartis Indonesia, menyatakan, Novartis sangat berkomitmen untuk secara aktif berperan dalam upaya peningkatan sistem kesehatan di Indonesia.

“Sebagai implementasi dari komitmen kami dalam re-imagine medicine, kami mengembangkan dan menemukan cara-cara baru guna meningkatkan kualitas hidup para pasien,” katanya.

“Sangat penting bagi para ahli dan pemangku kepentingan duduk bersama untuk merumuskan peningkatan pelayanan kesehatan yang menyeluruh melalui best practice sharing. Ini merupakan inti dari diselenggarakannya Future Trends Forum,” kata Wagner. (sah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
kerjasama Tokopedia-GoApotik Previous post Tokopedia-GoApotik Bermitra Jaring Pembeli Obat
Next post BRI Gelar Lagi BRIlian Run 2019. Yuk Ikutan