21 July 2024

CO2 Bisa Dihilangkan di Udara Dengan Cara Ini

Read Time:1 Minute, 36 Second

Cara baru menghilangkan karbon dioksida (CO2) di udara bisa menjadi alat penting dalam mengatasi perubahan iklim. Sistem baru dapat bekerja pada gas di hampir semua tingkat konsentrasi, bahkan hingga sekitar 400/juta CO2 di atmosfer.

Selama ini sebagian besar metode untuk menghilangkan CO2 dari aliran gas memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi, seperti yang ditemukan pada emisi cerobong asap dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil. 

Beberapa variasi telah dikembangkan yang dapat bekerja dengan konsentrasi rendah yang ditemukan di udara, tetapi metode baru ini secara signifikan lebih hemat energi dan mahal, kata para peneliti.

Teknik ini, dalam situs sciencedaily.com (25/10/2019), berdasarkan pada pengangkutan udara melalui tumpukan pelat elektrokimia yang diisi, dijelaskan dalam sebuah makalah di jurnal Energy and Environmental Science.

Ada pun Dr Sahag Voskian dari Massachusetts Intitute of Technology (MIT), Amerika Serikat, yang mengembangkan karyanya, dan T. Alan Hatton, bersama Profesor Ralph Landau, ahli Teknik Kimia MIT.

Perangkat ini pada dasarnya adalah baterai besar khusus yang menyerap karbon dioksida dari udara (atau aliran gas lainnya) melewati elektroda saat sedang diisi ulang, dan kemudian melepaskan gas saat sedang habis. 

Dalam operasi, perangkat hanya akan bergantian antara pengisian dan pemakaian, dengan udara segar atau gas umpan ditiupkan melalui sistem selama siklus pengisian, dan kemudian CO2 murni terkonsentrasi ditiup selama pemakaian.

Saat baterai diisi, reaksi elektrokimia berlangsung di permukaan setiap tumpukan elektroda. Ini dilapisi dengan senyawa yang disebut polyanthraquinone, yang dikomposisikan dengan karbon nanotube.

 Elektroda memiliki afinitas alami untuk CO2 dan siap bereaksi dengan molekulnya di aliran udara atau gas umpan, bahkan ketika itu hadir pada konsentrasi yang sangat rendah. 

Reaksi balik terjadi ketika baterai habis – di mana perangkat dapat memberikan sebagian daya yang dibutuhkan untuk seluruh sistem – dan dalam proses mengeluarkan aliran karbon dioksida murni. Seluruh sistem beroperasi pada suhu kamar dan tekanan udara normal.

“Keuntungan terbesar dari teknologi ini dibanding kebanyakan penangkapan karbon atau teknologi penyerap karbon lainnya adalah sifat biner dari afinitas adsorben terhadap CO2,” jelas Voskian. (sah)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Bermain ski es Previous post Mengapa Es Licin? Periset Menjawab Lewat Garpu Tala
Isao Sekiguchi, Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia, berbagi mengenai visi Nissan tentang elektrifikasi mobilitas yang mengubah cara orang berkendara dan hidup pada acara Southeast Asia (SEA) Automotive Technology Summit Next post Ini Yang Digarap Nissan Tingkatkan Pemakaian Mobil Listrik