21 July 2024

Ini Hari Terakhir Hospitality Expo, Datang Yuk!

Read Time:2 Minute, 18 Second

Hospitality Indonesia resmi digelar di Hall A – Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran Jakarta Pusat. Dan hari ini (26/10/201) merupakan hari terakhir tahun kedua Hospitality Indonesia.

Pameran ini merupakan sinergi antara API Traya dan JIExpo Kemayoran Jakarta, serta didukung oleh Kementerian Perindustrian, Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Indonesia Furniture & Craft Promotion Forum (IFPF).

Berkonsep Business To Business (B to B), Hospitality Indonesia diikuti oleh lebih dari 100 exhibitor lokal yang merupakan pelaku industri di bidang furnitur dan kerajinan, desain interior, serta hotel supplier yang telah berpengalaman dan teruji kualitasnya dalam pengerjaan proyek-proyek seperti hotel, restoran, kafe, perkantoran, co-working space, airport dan ruang public baik di dalam maupun luar negeri.

“Hospitality Indonesia siap menjawab kebutuhan desain, interior hotel restoran dan cafe (horeca), para pelaku bisnis hospitality lainnya termasuk pemilik co-working space,  industri  e-commerce, distributor dan  masyarakat umum,” ujar Presiden Direktur Traya Eksibisi Internasional, Bambang Setiawan, dalam keterangan persnya (26/10/2019).

Sebanyak 5000 buyers potensial dari Asia Tenggara, Australia dan sejumlah negara lainnya juga dihadirkan. Menurut Bambang, ini merupakan kesempatan bagi produk di industri Hospitality untuk beproses menjadi trendsetter di pasar global.

Dalam kesempatan yang sama, Sunardi M. Sinaga, Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi mengpresiasi terhadap gelaran Hospitality Indonesia.

“Sebagai tuan rumah, posisi Jakarta semakin strategis dan paling prospektif dalam perkembangan  pariwisata setelah Bali,” tutur Sunardi.

 Jakarta didapuk menjadi kota dengan pertumbuhan pariwisata tertinggi di dunia pada 2017 oleh World Travel and Tourism Council (WTTC).

“Ini menjadi tantangan bagi kami untuk semakin berbenah meningkatkan pelayanan dan infrastruktur  transportasi  demi memperlancar mobilitas sehingga dapat mendorong  investasi bisnis, khususnya di bidang pariwisata yang mengalami tren kenaikan positif ,” kata Sunardi.

Jakarta, menurutnya, merupakan daerah  dengan konsumen tertinggi untuk produk sandang, pangan dan papan. Tentu menjadi peluang besar bagi pelaku usaha mebel dari luar daerah untuk memasarkan produknya di Jakarta.

Karena itu, Sunardi M. Sinaga berharap, Hospitality Indonesia bisa menjadi agenda rutin dan masuk dalam rangkaian kegiatan HUT Jakarta.

Sementara itu, Abdul Rochim, M.Si Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dalam sambutannya menyampaikan, gelaran semacam ini sangat penting dalam mendorong perkembangan industri furnitur nasional.

Kementerian Perindustrian mencatat, sepanjang 2018, kontribusi industri furnitur terhadap PDB industri nonmigas sebesar 1,36%. Kinerja ekspor industri furnitur Indonesia dalam tiga tahun terakhir juga menunjukkan tren kenaikan.

Pada 2016, nilai ekspornya sebesar US$1,60 miliar, naik menjadi US$1,63 miliar pada 2017. Sepanjang 2018, nilai ekspor produk furnitur nasional kembali mengalami kenaikan hingga US$1,69 miliar atau naik 4%. Dan, Indonesia baru berada di peringkat 21 dunia.

“Saya optimis peringkat Indonesia bisa melesat karena kita memiliki keunggulan kompetitif seperti ketersediaan bahan baku dan SDM yang melimpah.  Kita harus berkolaborasi meningkatkan ekspor furniture,” ungkapnya. (asw)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Menteri Kesehatan Bersama dengan Dirut BPJS KEsehatan Previous post Fachmi Idris: Pemerintah Hadir Tanggung Kenaikan Iuran
Next post Sociolla-Lazada Jual Produk Kosmetik Terregistrasi BPOM