Read Time:1 Minute, 53 Second

Kepala Divisi Pengadaan Barang dan Jasa, SKK Migas, Erwin Suryadi, mengakui bahwa peraturan yang memadai mengenai pelaksanaan tender dalam pengadaan barang dan jasa pada industri migas sangatlah penting untuk membantu meningkatkan produksi migas nasional.

Itu diungkapkannya ketika berbicara dalam Breakfast Meeting Indonesian Petroleum Association (IPA) Convention and Exhibition yang berlangsung di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, dua hari lalu.

Menurutnya, SKK Migas terus mengupayakan proses lelang barang dan jasa menjadi lebih transparan.

“Dengan kemudahan prosedur tender, diharapkan para kontraktor maupun perusahaan migas dapat memaksimalkan penggunaan teknologi mereka di Indonesia untuk meningkatkan produksi migas,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan persnya (6/9/2019).

Proses pelaksanaan tender barang dan jasa migas sebenarnya sudah diatur melalui Pedoman Tata Kerja (PTK) SKK Migas No 007/2017 Revisi ke-4. Dalam peraturan tersebut, terdapat beberapa poin yang diharapkan dapat mempermudah pengadaan barang dan jasa untuk aktivitas industri migas, diantaranya mempercepat periode tender serta transparansi dan keadilan owner estimate.

Selain itu, perlunya pengembangan teknologi untuk meningkatkan produksi melalui penerapan kontrak berbasis kinerja.

PTK 007/2017 juga mengatur tentang pengembangan kapasitas nasional dimana layanan tender dengan nilai kurang dari US$1 miliar hanya dapat diikuti oleh peserta lelang yang berdomisili di provinsi-provinsi wilayah operasi perusahaan migas serta pemberdayaan pengusaha skala kecil menengah.

Perusahaan wajib menggunakan produk lokal. Untuk mempercepat proses, SKK Migas melakukan berbagai kerja sama dalam pemenuhan alat-alat produksi migas.

Di antaranya membuat nota kesepahaman dengan The Indonesian Iron & Steel Association (IISIA) dan implementasi vendor consignment management dengan BP Indonesia.

Selain itu, SKK Migas juga memberikan kemudahan proses pengadaan seperti bundled package, integrated drilling services dan pengadaan terpadu atau bersama untuk kebutuhan logistik.

Erwin mengungkapkan, SKK Migas sangat berkepentingan memajukan industri migas karena Indonesia masih memiliki wilayah kerja migas yang cukup besar.

“Kita memiliki beberapa instrumen regulasi untuk membuat industri ini lebih efisien. Keterbukaan dan transparansi adalah kunci dalam memajukan industri migas di Indonesia. Semakin kompetitif industri ini, maka akan semakin bagus,” katanya.

Sementara itu, Chairman Supply Chain and Improvement Committee IPA yang bertugas sebagai moderator pada acara ini, Fery Sarjana, mengatakan bahwa pengadaan barang merupakan kunci untuk menjalankan kegiatan produksi migas.

“Kami membutuhkan kolaborasi dan upaya peningkatan pelayanan pengadaan barang dan jasa migas, serta selalu berupaya untuk memperbaharui paradigma agar industri ini terus berkembang,” katanya. (hkw)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Anak penderita kanker Previous post Biaya Pengobatan Kanker Terbesar Ketiga Di Mata BPJS Kesehatan
DBS Hong Kong Akan Luncurkan DBS Accelerator Next post Aset Nasabah DBS Treasure Private Client Naik 22%