Read Time:2 Minute, 17 Second

PT RHB Sekuritas Indonesia (RHB Sekuritas), bagian dari RHB Banking Group memperkenalkan versi teranyar dari RHB TradeSmart ID, sebuah aplikasi perdagangan saham. Pembaruan aplikasi itu diperkenalkan dalam acara IDX – RHB Investment Summit 2019, Yogyakarta.

Kini aplikasi tersebut tidak hanya dilengkapi dengan fitur unggulan ARO (Assisted Robo Optimization) yang memberikan strategi pemilihan saham secara cerdas, namun juga diperkuat dengan berbagai fitur tambahan, seperti fitur Watchlist.

Fitur itu memungkinkan investor untuk memantau dan menganalisis saham-saham pilihan dengan bantuan ARO. Ini diyakini akan dapat membantu para investor dan trader, bahkan para pemula sekalipun, untuk mengambil keputusan dalam transaksi sahamnya secara cepat, mudah dan real time.

Berdasarkan keterangan persnya (5/9/2019), pembaruan aplikasi RHB TradeSmart ID dilakukan sebagai bentuk komitmen RHB Sekuritas untuk mendukung upaya BEI meningkatkan indeks literasi mengenai pasar modal, mendorong masyarakat untuk mulai berinvestasi saham dan membantu pertumbuhan pasar modal Indonesia.

“Berbagai fitur kami hadirkan dalam aplikasi yang memberikan analisis teknis dan strategi investasi secara real-time, untuk memudahkan masyarakat yang ingin berinvestasi di saham,” ujar Presiden Direktur PT RHB Sekuritas Indonesia, Iwanho.

Sementara itu, Head of E-Broking PT RHB Sekuritas Indonesia, Thomas Nugroho memaparkan berbagai fitur inovatif yang ditawarkan oleh RHB TradeSmart ID.

Fitur EKYC memudahkan investor untuk membuka akun dimanapun dan kapanpun, untuk kemudian fitur ARO Signal akan memberikan notifikasi analisis teknis dan rekomendasi saham secara real time, sehingga investor bisa segera mengambil keputusan atas investasi sahamnya.

Bagi investor maupun trader yang ingin melakukan analisis mendalam, fitur Market Top Stock akan menampilkan seluruh perdagangan saham terakhir yang berlangsung di bursa secara real time.

“RHB TradeSmart ID juga dihadirkan dengan fitur baru Watchlist yang menampilkan daftar instrumen saham favorit pilihan investor sehingga investor bisa memantau secara intensif berbagai saham pilihan,” ujar Thomas.

Pembaruan aplikasi ini berkaitan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menunjukkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, termasuk untuk sektor pasar modal, relatif masih rendah.

Dari hasil survei yang dilakukan OJK pada 2016, indeks literasi keuangan di sektor pasar modal hanya sebesar 4,4% dan indeks inklusi keuangan d
sektor pasar modal hanya sebesar 1,25%.

Meski demikian, terdapat pertumbuhan positif atas jumlah pasar modal Indonesia dari tahun ke tahun, yang menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) kini telah mencapai 2.001.456 Single Investor Identification (SID) sejak 12 Juli 2019.

Data BEI juga menunjukkan bahwa sampai pertengahan Agustus 2019, investor saham telah mencapai lebih dari 1 juta SID atau sejumlah 1.000.048 SID.

Dengan jumlah penduduk sebanyak 265 juta jiwa (BPS 2018), terdapat
peluang yang masih sangat besar untuk pertumbuhan investor, termasuk di sektor pasar modal.

Dalam pembaruan aplikasi RHB TradeSmart ID, investor kini juga bisa memiliki pilihan saham yang telah memenuhi kaidah syariah, yang dihadirkan untuk mengakomodir masyarakat Indonesia yang sebagian
besar beragama Islam. (asw)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Nissan LEAF di IEMS Previous post Nissan Hadirkan Nissan LEAF di Pameran Mobil Listrik
APP Sinar Mas Serahkan Lahan HTI Next post APP Sinar Mas Serahkan 50 Ribu Lahan HTI