Read Time:2 Minute, 9 Second

Kanker merupakan salah penyakit katastropik dengan penyerapan biaya terbesar dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Berdasarkan data BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan, biaya pengobatan penyakit kanker menempati posisi ketiga terbesar setelah penyakit jantung dan gagal ginjal atau 17% dari total biaya katastropik sejak tahun 2014 sampai 2018.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf, mengatakan bahwa khusus untuk kanker, dari tahun 2014 – 2018, penyakit tersebut sudah menghabiskan biaya Rp 13,3 triliun dari total biaya penyakit katastropik sebesar Rp 78,3 triliun.

“Ini seperti dua sisi mata uang bagi kami. Di satu sisi, makin banyak masyarakat yang tertolong karena dapat mengakses layanan kesehatan untuk pengobatan kanker,” kata Iqbal.

Namun di sisi lain, beban biaya pelayanan kesehatan dari tahun ke tahun terus bertambah. Ini yang jadi tugas besar kita semua, bagaimana agar bisa mengendalikan angka penderita katastropik, termasuk kanker.

Menurut Iqbal, kanker adalah salah satu jenis penyakit yang jarang terdeteksi. Biasanya, penyakit ini baru diketahui setelah mencapai stadium lanjutan.

Oleh karenanya, BPJS Kesehatan secara aktif mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga rutin, istirahat cukup, dan menjadi peserta JKN-KIS selagi masih sehat.

Kepedulian dan kasih sayang keluarga bisa diwujudkan dengan mendaftarkan diri dan anggota keluarga, termasuk anak-anak, menjadi peserta JKN-KIS sedini mungkin.

“Jika sudah jadi peserta, pastikan iurannya dibayarkan setiap bulan agar status kepesertaannya senantiasa aktif karena tidak ada yang tahu kapan waktunya kita memerlukan layanan kesehatan,” pesan Iqbal.

Kehadiran Program JKN-KIS pun menjadi asa bagi anak-anak penyandang kanker. Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Ira Soelistyo mengungkapkan, pengobatan kanker pada anak dapat berpengaruh terhadap kestabilan finansial keluarga karena tingginya biaya pengobatan. Dengan JKN-KIS, anak-anak penyandang kanker pun bisa memperoleh akses layanan kesehatan tanpa khawatir terbebani hal tersebut.

Meski demikian, kadang ada biaya yang tidak terduga dan sifatnya segera. Oleh karena itu, kata Ira, YKAKI menyediakan bantuan biaya pengobatan atau tindakan medis yang dibutuhkan anak-anak penyandang kanker.

“Kualitas penanganan kanker yang aman dan tepat merupakan hak setiap orang, termasuk anak-anak dan para remaja,” kata Ira dalam acara peringatan Childhood Cancer Awareness Month yang digelar di YKAKI Jakarta Pusat.

Ira menambahkan, YKAKI juga menyediakan pula Rumah Kita, yakni sarana tempat tinggal sementara bagi pasien anak penderita kanker dan pendampingnya agar dapat mengikuti proses pengobatan secara kontinyu dan tuntas.

Selain itu, pihaknya juga memiliki fasilitas Sekolahku, sebuah layanan belajar mengajar gratis yang didukung tenaga profesional bagi anak-anak penyandang kanker yang sedang menjalai proses pengobatan atau perawatan di rumah sakit maupun yang tinggal sementara di Rumah Kita. (usy)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
APP Sinar Mas Serahkan Lahan HTI Previous post APP Sinar Mas Serahkan 50 Ribu Lahan HTI
Eksplorasi migas di Indonesia Next post Pentingnya Kemudahan Tender Untuk Tingkatkan Produksi Migas