Read Time:2 Minute, 13 Second

Pasar idEA, festival belanja online to offline pertama dan terbesar di Indonesia resmi dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, di Jakarta Convention Centre.

Pasar idEA merupakan hasil kerja sama antara Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dengan PT. Traya Eksibisi Internasional (Traya Indonesia) akan berlangsung pada 15-18 Agustus 2019 berlokasi di Hall A & B, Jakarta Convention Center,, Jl Sudirman, Jakarta Pusat.

Acara ini akan menjadi momentum bagi para pelaku industri e-commerce untuk bertemu dan menampilkan produk dan top seller dari masing-masing platform.

Sehingga dapat memupuk kepercayaan konsumen untuk terus berbelanja online dengan aman. Di ajang ini, para konsumen akan merasakan pengalaman berbelanja e-commerce 360O dalam satu atap.

Dalam sambutannya, Menteri Rudiantara menilai ajang Pasar idEA ini akan mendorong pertumbuhan industri UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) guna mendorong laju sektor ekonomi digital.

“Pasar idEA yang menggandeng UMKM akan bisa memberi dampak positif dalam mengantisipasi isu serbuan produk asing di industri e-commerce,” kata Rudiantara saat memberi sambutan dalam acara pembukaan Pasar idEA, seperti dalam keterangan persnya.

Lebih lanjut, Rudiantara menekankan harapannya agar UMKM sukses menjadi tulang punggung dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

“Kombinasi e-commerce dan UMKM tentu akan sangat signifikan dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terkuat di Asia Tenggara pada 2025 nanti,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dr. Ir. Mohammad Rudy Salahuddin, MEM, juga memiliki harapan tinggi pada industri 4.0 ini.

Menurut Rudy, e-commerce berperan sangat signifikan untuk pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.

Perdagangan berbasis elektronik (e-commerce) mendorong efisiensi dalam kegiatan ekonomi, inovasi, dan keterjangkauan yang lebih luas. 

Visi pemerintah pada 2020, Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan memfokuskan pengembangan ekonomi digital berbasis lokal, yakni akselerasi UMKM dan bisnis rintisan (startup).

Sektor UMKM sebagai pilar ekonomi kreatif harus mendapatkan perhatian lebih agar mereka mampu mengambil peran dalam perdagangan global melalui e-commerce,” ujar Rudy.

“Melalui Pasar idEA, kami ingin membangun sinergi dengan para pelaku usaha, pemerintah, komunitas dan masyarakat sehingga memiliki semangat yang sama untuk memperkuat ekosistem digital. Apalagi tantangannya sekarang adalah bagaimana meningkatkan volume dan daya saing produk lokal di pasar e-commerce,” ujar Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung.

Gelaran yang menargetkan 120.000 pengunjung selama empat hari tersebut turut menghadirkan sekitar 250 peserta pameran yang terdiri dari para unicorn, pelaku usaha e-commerce, perusahaan logistik dan pengiriman, serta UMKM dengan produk lokal yang terkurasi di area khusus LokalGood.

Beragam promo-promo spesial untuk belanja multi produk ditawarkan beberapa pemain e-commerce Indonesia guna menarik segmen milenial sebagai pelaku belanja online terbesar 64%. (sgh)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Penganugerahan BPJS KEsehatan Award Previous post Selamat, Pemenang BPJS Kesehatan Award 2019
Traveloka PayLater Next post Luar Biasa, Traveloka PayLater Tumbuh 10 Kali Lipat