Read Time:2 Minute, 24 Second

Harapan baru bagi penderita glaukoma. Mereka mempunyai harapan untuk bisa melihat kembali. Ini karena Rohto Laboratories Indonesia meluncurkan Virna Glaucoma Implant.

Peluncuran produk terbaru itu dilakukan di ruang IMERI, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019.

Adalah Plt. Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Kuwat Sri Hudoyo. MSi yang meluncurkan produk tersebut secara simbolis. Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB., Dr. dr. Virna Dwi Oktatiana, SpM (K).

Kemudian dihadiri pula Board of Director PT Rohto Laboratories Indonesia, Mukdaya Masidy, S.E.. MM, M.Si., juga Wakil Rektor bidang Riset dan Inovasi UI Prof. Dr. rer.nat Rosari Saleh.

Dalam kesempatan itu, Dekan FKUI, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengatakan, FKUI dengan bangga memperkenalkan penemum terbaru berupa alat drainase glaukoma, VIRNA Glaucoma Implant by ROHTO.

Alat itu dikembangkan oleh Dr. dr. Virna Dwi Oktariana, SpM(K) bekerjasana dengan Western Austria’s Lions Eye Institute (LEI). “Alat ini telah mendapatkan izin edar dan produksinya dilakukan PT Rohto Laboratories Indonesia,’ ujar Ari Fahrial.

Ari menjelaskan, FKUI akan terus berupaya mengakomodasi seluruh staf den pakar untuk menjadi dokter-dokter academic business-govemment yang melahirkan solusi relevan untuk berbagai masalah kesehatan di Indonesia.

Sementara itu, Dr. dr. Virna Dwi Oktatiana, SpM (K), staf pengajar di Departemen llmu Kesehatan Mata FKUl-RSCM yang juga merupakan peneliti, berhasil mengembangkan glaukoma implant. “Saya ingin membuat glaukoma implant dengan harga terjangkau bagi masyarakat dan mudah pengerjaannya,” kata Virna.

Virna Glaukoma Implant ini diindikasikan untuk pasien glaukoma yang tidak merespon terapi medis maksimal atau jika trabekulektomi gagal menurunkan tekanan intraokular.

Di Indonesia, kata Virna, ada banyak pasien dalam situasi ini, tetapi bagi kebanyakan masyarakat, hal ini bukanlah pilihan karena faktor biaya.

Glaukoma merupakan penyakit mata yang ditandai dengan kerusakan saraf mata dan memiliki kaitan dengan peningkatan tekanan bola mata. Kerusakannya bersifat permen dan dapat berakhir pada kebutaan.

Glaukoma merupakan penyebab kebutaan kedua setelah katarak, dan jumlah penderitanya terus meningkat di Indonesia. Di Indonesia, data Kemenkes mencatat, prevalensi pengidap glaukoma mencapai 4,6 per 1.000 penduduk. Sedangkan prevalensi gaukoma menurut Jakarta Urban Eye Health Study mencapai 2,53%.

Di antara berbagai pilihan pengobatan mengatasi penyakit glaukoma, pemasangan alat glaukoma implan merupakan metode terakhir yang dipilih jika berbagai jalan menurunkan tekanan intraokular tidak juga berhasil. Nanun demikian, akses terhadap pengobatan ini masih sangat terbatas, terutama karena harga implan yang mahal.

Selanjutnya, Board of Director PT Rohto Laboratories Indonesia, Mukdaya Masidy, S.E.. MM, M.Si. mengutarakan bahwa Virna Glaucoma Implant telah mendapatkan izin edar dari Kemenkes dan produksinya dilakukan PT Rohto.

“Diharapkan dengan penemuan ini dapat membuat angka kebutaan yang diakibatkan oleh glaukoma, dapat diturunkan seiring berjalannya waktu,” kata Mukdaya.

Menurut Mukdaya, harga Virna Glaucoma Implant jauh lebih murah dari implan serupa yang dijual di pasar. Harganya diklaim lebih murah 70% dari harga pasaran yang berkisar Rp7 juta.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Mengapa Orang Kurus Bisa Kena Diabetes? Ini Rahasianya Previous post Peneliti Temukan Protein Lemak Yang Dapat Mencegah Diabetes Tipe 2
Pohon cemara atasi kanker Next post Kemoterapi Oral Untuk Kanker Otak Ditanggung BPJS Kesehatan