Read Time:55 Second

“Isu kelapa sawit memiliki arti penting bagi Indonesia, terutama dalam upaya menghapus kemiskinan. Bagi Indonesia, isu kelapa sawit tidak hanya sekedar sustainability, namun juga menyangkut pencapaian Agenda 2030 untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.”

Demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno L.P. Marsudi dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Belanda, Stephanus (Stef) Abraham Blok di Kemlu Belanda tanggal 5 April 2019, seperti dalam keterangan persnya (6/4/2019).

Dalam kesempatan tersebut Menlu juga menyampaikan kekecewaan atas diadopsinya Draft Delegated Act yang diskriminatif menglasifikasikan kelapa sawit sebagai minyak nabati berisiko tinggi Indirect Land Use Change (ILUC) oleh Komisi Eropa. Ditekankan pentingnya pembahasan yang berimbang atas isu kelapa sawit.

Selain isu kelapa sawit, kedua menteri juga membahas berbagai isu dalam kerangka hubungan bilateral kedua negara. Menlu RI menyampaikan berbagai kemajuan HAM di Indonesia.

Selain itu kedua menteri juga membahas beberapa isu dalam kerangka multilateral, diantaranya agenda presidensi Indonesia pada Dewan Keamanan PBB bulan Mei 2019.

Dalam hal ini Retno menyampaikan undangan kepada Menlu Blok untuk dapat hadir pada salah satu debat terbuka Dewan Keamanan PBB di New York dalam masa presidensi Indonesia. (usy)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

About Post Author

Previous post Pameran Lukisan Sambut Dies Natalis Universitas dr Moestopo
Next post Hartadinata Tampil di Pameran Perhiasan