Read Time:2 Minute, 4 Second

Para ilmuwan di Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia baru saja menerbitkan sebuah studi baru yang menunjukkan bahwa nitrat anorganik – senyawa yang terjadi secara alami dalam sayuran berdaun hijau – dapat mengurangi penumpukan lemak di hati, khususnya yang tidak disebabkan oleh alkohol (NAFLD).

Dalam situs medicalnewstoday.com (20/12/2018), Profesor Mattias Carlström, ilmuwan Departemen Fisiologi dan Farmakologi di Karolinska Institutet, dan rekannya mempelajari efek dari suplemen makanan tinggi-lemak, tinggi-gula, dengan diet nitrat pada tikus.

Mereka membagi tikus menjadi tiga kelompok dan memberi makan masing-masing kelompok dengan pola makan yang berbeda. Kelompok kontrol menerima diet normal, sedangkan kelompok diet tinggi lemak makan setara dengan diet Barat, dan kelompok ketiga menerima diet tinggi lemak dengan suplemen nitrat.

Walhasil, tikus-tikus dalam kelompok diet tinggi lemak bertambah berat dan massa lemaknya, dan kadar gula darahnya. Namun, semua penanda ini secara signifikan lebih rendah pada kelompok yang juga menerima nitrat.

“Ketika kami menambahkan diet nitrat pada tikus yang diberi diet tinggi lemak dan gula, kami melihat proporsi lemak yang jauh lebih rendah di hati,” ujar Carlström melaporkan temuannya

Para peneliti juga menemukan bahwa tikus yang menerima nitrat memiliki tekanan darah lebih rendah dan sensitivitas insulin yang lebih baik daripada mereka yang menggunakan diet tinggi lemak tanpa nitrat.

Studi Carlström agaknya mendukung studi sebelumnya, yang menjelaskan bahwa diet nitrat meningkatkan metabolisme sel. Carlström juga menyarankan bahwa sayuran berdaun hijau dapat melindungi dari kondisi metabolisme, seperti diabetes tipe 2.

Para ilmuwan juga tahu bahwa konsumsi buah dan sayuran yang lebih tinggi memiliki efek positif pada fungsi kardiovaskular.

“Kami berpikir bahwa penyakit-penyakit ini dihubungkan oleh mekanisme yang sama,” imbuh Carlström, “di mana stres oksidatif menyebabkan pensinyalan nitrit oksida, yang memiliki dampak buruk pada fungsi kardiometabolik.”

Riset Carlström agaknya menjawab studi sebelumnya. Selama ini, para peneliti masih belum tahu persis senyawa mana yang membuat sayuran hijau begitu menyehatkan. “Belum ada yang berfokus pada nitrat, yang kami pikir kuncinya,” lanjut Carlström.

NAFLD atau steatosis hati adalah suatu kondisi di mana lemak menumpuk di hati. Antara 30-40 persen orang dewasa di Amerika Serikat menderita NAFLD.

NAFLD adalah salah satu penyebab paling umum penyakit hati kronis di negara-negara Barat, dan para ahli mengaitkannya dengan obesitas, kelebihan berat badan, dan faktor risiko metabolisme. Jika dibiarkan, NAFLD dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, seperti steatohepatitis, fibrosis, dan sirosis

Saat ini, tidak ada perawatan yang efektif untuk NAFLD. Tenaga kesehatan baru sebatas merekomendasikan untuk menurunkan berat badan, membuat pilihan makanan yang sehat, dan melakukan lebih banyak aktivitas fisik untuk mengurangi lemak di hati.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

About Post Author

Previous post Greenhouse Jalin Kerjasama Dengan Perusahaan dan Organisasi Peduli Lingkungan
Next post Obat Diabetes Metformin Dapat Sembuhkan Gagal Jantung