Read Time:1 Minute, 7 Second

 

Aldian Taloputra, Chief Economist, Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan, pada tahun  ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi akan baik. Defisit anggaran akan sebesar 2,2 persen dari PDB.

Itu diungkapkan dalam seminar yang diselenggarakan Standard Chartered Bank (SCB). Seminar yang bertajuk Wealth on Wealth (WoW) yang dihadiri ratusan nasabah SCB di Hotel Hilton, Bandung., Kamis (1/2/2018).

Bambang Simarno, Executive Director & Head, Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia; Aldian Taloputra, Chief Economist, Standard Chartered Bank Indonesia; Yunarto Wijaya, Direktur Eksekutif, Charta Politika Indonesia; dan Budi Hikmat, Direktur Investor Relations & Chief Economist, PT Bahana TCW Investment Management menjadi narasumber dalam inisiatif tahunan Bank ini.

Lebih lanjut Aldian mengatakan bahwa ada beberapa factor pendorong. Pertama, pengeluaran fiskal kemungkinan akan tetap ekspansif. “Dengan target defisit anggaran yang cukup konservatif yaitu 2,2 persen dari PDB, kami percaya bahwa pemerintah memiliki ruang untuk meningkatkan pengeluaran sejalan dengan membaiknya prospek penerimaan pajak,” ujarnya.

Kedua, konsumsi swasta relatif stabil di tahun ini yang didukung oleh tersediannya lapangan pekerjaan, inflasi yang terkendali, dan terjaganya stabilitas keuangan. Aldian percaya investasi swasta, baik domestik maupun asing, akan mampu meningkat di tengah membaiknya keseluruhan iklim ekonomi.

Lalu, negara juga tengah membuat reformasi ekonomi yang mampu mendorong investasi dan meningkatkan peran sektor swasta. “Hal ini tercermin dalam naiknya peringkat Indonesia dalam survei Ease of Doing Business oleh Bank Dunia di tahun lalu,” ujarnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Alibaba Rilis Versi Baru Browser UC Web Previous post Alibaba Rilis Versi Baru Browser UC Web
Wabah Flu di Amerika Serikat Memburuk Next post Wabah Flu di Amerika Serikat Memburuk