Teknologi

Saling Tuding Amerika Serikat-Rusia Soal Senjata Ruang Angkasa

Image result for new space weapons

Amerika Serikat menyuarakan kecurigaan mendalam terkait pengembangan senjata ruang angkasa baru Rusia. Rusia dikabarkan mengembangkan sistem laser mobile untuk menghancurkan satelit di angkasa, dan peluncuran satelit inspektur baru yang bertindak dengan cara “tidak normal”.

Yleem D.S. Poblete, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Pengawasan Senjata, Verifikasi dan Kepatuhan, mengatakan pada Konferensi tentang Perlucutan Senjata PBB yang membahas perjanjian baru untuk mencegah perlombaan senjata di luar angkasa.

Tudingan itu didasarkan dari pernyataan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, di forum Jenewa pada Februari lalu. Ketika itu ia mengatakan prioritasnya adalah untuk mencegah perlombaan senjata di luar angkasa, sejalan dengan perjanjian rancangan bersama Rusia dengan Cina yang disajikan satu dekade lalu.

Poblete juga merujuk pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang pada Maret lalu, mengumumkan “enam sistem senjata ofensif baru”, termasuk sistem laser mobile militer Peresvet. “Satu-satunya kepastian yang kami miliki adalah bahwa sistem ini telah ‘ditempatkan di orbit’,” ujarnya seperti dilansir situs reuters.com (14/8/2018).

Namun tudingan tersebut tidak berdasar/ Seorang delegasi Rusia di konferensi itu menepis pernyataan Poblete sebagai tidak berdasar dan memfitnah. Alexander Deyneko, seorang diplomat senior Rusia di Jenewa, menepis apa yang disebutnya “tuduhan tak berdasar dan fitnahan yang sama berdasarkan kecurigaan, pada anggapan dan sebagainya”.

Sementara itu, Duta besar perlucutan senjata Cina, Fu Cong menyerukan diskusi substantif di luar angkasa, yang mengarah ke negosiasi.

“China selalu berdiri untuk penggunaan damai angkasa luar dan kita menentang senjata luar angkasa, perlombaan senjata di luar angkasa, atau bahkan mengubah luar angkasa menjadi medan pertempuran,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *